Headlines News :
Showing posts with label Fenomena Alam. Show all posts
Showing posts with label Fenomena Alam. Show all posts

Fenomena Aneh Air Laut Surut Tiba-tiba di Pantai Karangantu Banten

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 00:30
Fenomena alam aneh terjadi di pantai Karangantu, Serang, Banten. Air laut di lokasi tersebut tiba-tiba surut sejauh kurang lebih 1 kilometer.

Di media sosial fenomena mengenai surutnya air laut di pantai Karangantu, Serang, Banten pun menjadi perbincangan.

Berikut sejumlah komentar terkait kabar surutnya air laut di Pantai Karangantu yang berada di daerah Banten Lama, Serang itu:

@gatrajihad Di pantai karangantu air laut tiba2 surut 1KM. Moga2 ga terjadi apa2 ya allah. Amin

@dwarna PANTAI KARANGANTU SERANG-BANTEN SURUT 1KM!!

Saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Pusat Metereologi Publik BMKG, Mulyono Rahardi Prabowo belum mengetahui persis informasi tersebut.

Hanya saja kata Mulyono pada bulan Februrari memang sedang terjadi puncak pasang surut air laut.

"Saya sendiri belum terinfo betul soal itu, tapi sempat dengar ada air laut surut di Karangantu. Tapi dari kita dari sisi pasang surut tanggal 7,8,9 Februari sebetulnya kalau untuk di laut di utara Jakarta dan sekitarnya itu merupakan pasang air maksimum dan itu setiap saat terjadi," kata Mulyono saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat(7/2/2014).

Menurut Mulyono, saat masa puncak pasang surut air laut, tinggi maksimum air di pantai bisa mencapai satu meter lebih, dan saat surut bisa kurang dari jumlah tersebut.

"Dan ini tidak terjadi sehari penuh. Biasanya pagi jam 7, jam 8 sampai jam 9,"kata Mulyono.

GEMPA Juga Terasa di Padang Sidempuan

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 04:46
Gempa juga yang mengguncang Subulussalam, NAD, juga dirasakan hingga Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Goncangannya terasa kuat hingga membuat panik warga. 

“Jam dan foto di dinding goyang-goyang. Bangunan tower juga goyang,” kata Chodir Pohan, dosen UGN, Padang Sidempuan, Sabtu (23/6/2012).

Pada saat kejadian, Choidir sedang mengajar di dalam kelas. Akibat goyangan yang terjadi akibat gempa, Choidir dan para mahasiswanya lari meninggalkan ruang kelas.

“Goyangannya cuma 10 detik, tapi keras sekali,” ujarnya melalui telepon.

Berdasarkan akun twitter BMKG, disebutkan kekuatan gempa mencapai 6,6 SR di kedalaman 103 Km. Berpusat di 2.81 Lintang Utara dan 97.71 Bujur Timur atau 24 km barat laut kota Subulussalam, NAD.

Transit Venus pada Kontak III

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 14:05
Fenomena Transit Venus terjadi pada Rabu (6/6/2012). Fenomena ini terdiri dari empat tahap, kontak I, kontak II, kontak III dan kontak IV. Di antara kontak II dan III, ada puncak transit.

Tahap I dan tahap II yang merupakan saat Venus mulai masuk ke piringan Matahari tak tampak dari langit Jakarta. Matahari baru terbit pukul 05.58 WIB, sementara Transit Venus telah dimulai pukul 05.09 WIB.

Foto di atas adalah saat menjelang kontak III. Tampak bahwa Venus yang tampil berupa bintik hitam akan meninggalkan piringan Matahari. Ini terjadi sekitar pukul 11.28 WIB.

Kontak IV tidak bisa dilihat. Ini disebabkan karena citra transit diambil dengan teleskop dengan filter cahaya tampak. Untuk mengambil kontak IV, perlu filter lain seperti dilter sinar X.

Fenomena Alam: Badai Matahari Mulai Menghantam Bumi

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 12:14
Pada Senin (23/1/2012) sekitar pukul 10.59 WIB, Matahari kembali menunjukkan aktivitasnya. Bintik Matahari meledak menghasilkan ledakan Matahari kelas M-9. Ledakan ini menjadi yang terkuat sejak tahun 2005. 
Ledakan Matahari menimbulkan radiasi elektromagnetik yang diikuti dengan radiasi dalam bentuk proton. Ledakan juga memacu lontaran massa korona, yakni plasma dari Matahari yang terlontar ke angkasa.

Radiasi partikel berenergi tinggi dan lontaran massa korona berkaitan dengan Badai Matahari. Partikel berenergi tinggi akan mencapai Bumi dalam jangka waktu 1-2 hari, sementara radiasi elektromagnetik akan mencapai Bumi dalam waktu 8 menit.
Analisis Goddard Space Weather Lab seperti dikutip Space Weather, Senin (23/1/2012), mengungkapkan bahwa lontaran massa korona akan mencapai Bumi pada Selasa (24/1/2012) pukul 21.18 -/+7 jam.

Prakiraan lembaga tersebut juga menyebutkan bahwa Planet Mars juga berpotensi terancam oleh konsekuensi dari ledakan Matahari ini. Badai matahari juga akan menghantam Mars pada detik-detik terakhir, Rabu (25/1/2012).

Space Weather mengungkap bahwa lontaran massa korona yang terjadi bergerak dengan laju 2.200 km/detik menuju ke Bumi. Jumlah material yang dilepaskan dalam proses ini bisa mencapai miliaran kilogram.

Beragam konsekuensi akibat partikel berenergi tinggi dan lontaran massa korona yang menyebabkan badai Matahari ini perlu diwaspadai. Badai Matahari bisa mengakibatkan gangguan fungsi satelit, komunikasi, dan navigasi. 

Dampak badai Matahari terburuk pernah terjadi pada abad ke-19, yang kala itu mengakibatkan gangguan jaringan telegraf. Gangguan juga terjadi pada tahun 1989 ketika wilayah Quebec mati listrik hingga 9 jam.

Sisi baiknya, badai Matahari menciptakan aurora yang sangat indah untuk diabadaikan. Sayangnya, aurora terlihat di wilayah rentang rendah sehingga warga Indonesia tak berpeluang untuk menyaksikannya.


Ledakan Matahari yang terjadi pada Senin (23/1/2012) pukul 10.59 WIB.

BADAI MATAHARI 2012 BUKAN KIAMAT

Aktivitas Matahari diperkirakan akan memuncak pada pertengahan tahun 2012 hingga tahun 2013. Peningkatan aktivitas bintang di Tata Surya itu berpotensi meningkatkan frekuensi badai Matahari, lontaran energi tinggi ke lingkungan sekitar Matahari.
Aktivitas di jejaring sosial twitter ramai oleh peringatan akan dampak badai Matahari pada kemusnahan makhluk hidup Bumi. Badai Matahari dituding sebagai salah satu penguat terjadinya kiamat 2012.

@Lukuk_Wae misalnya, mengatakan, “Kiamat 2012 diawali dengan badai Matahari. Benarkah?

Kepala Observatorium Bosscha Hakim L Malasan mengatakan bahwa fenomena Badai Matahari hendaknya tidak dikaitkan dengan kiamat, sebab keduanya tak berhubungan sama sekali.

“Badai Matahari berpotensi mengganggu komunikasi dan berdampak pada satelit. Tapi, badai Matahari sama sekali tak mengakibatkan kemusnahan. Jadi, badai Matahari akan mengakibatkan kiamat itu tidak benar,” jelas Hakim.

Hakim memaparkan bahwa peningkatan aktivitas Matahari yang memacu kejadian badai Matahari sudah berlangsung sejak Matahari ada miliaran tahun lalu. Nyatanya, walaupun aktivitas Matahari meningkat dan memicu badai Matahari, kiamat tidak terjadi.

Terkait kemusnahan kehidupan akibat Matahari, astrofisikawan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa mungkin hal tersebut baru terjadi sekitar 5 miliar tahun lagi.

“Umur bintang seperti Matahari diperkirakan 10 miliar tahun. Sekarang Matahari sudah sekitar 4,5 miliar tahun. Jadi masih 5 miliar tahun lagi. Nanti Matahari akan menjadi bintang raksasa merah dan menelan planet terdekat, Merkurius, Venus, dan mungkin Bumi. Saat itu kehidupan di Bumi sudah tidak ada,” jelas Thomas.

Menurut Hakim, saat ini yang harus diwaspadai adalah dampak badai Matahari pada komunikasi, perbankan, dan satelit. Bosscha sudah melakukan pemantauan aktivitas Matahari, namun kewajiban proteksi terhadap dampaknya bergantung pada respons pemerintah.


Fenomena Alam: 'Jari Dingin Kematian’ Di Antartika

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 22:39
Banyak kejadian alam unik yang jarang kita ketahui dengan lebih detil. Seperti mengenai fenomena alam 'jari dingin kematian' yang terjadi di Antartika, dimana bisa menyebabkan kematian banyak organisme air di dekatnya.

Fenomena ini sebenarnya adalah suatu brinicle (air garam es), yang mengalami pembekuan akibat suhu udara yang sangat dingin. Bila fenomena alam ini terjadi, akan timbul kondisi yang buruk dan merusak kondisi alam di lingkungannya.


Menurut berita yang dilansir dari Fox News, Kamis (26/4), fenomena alam menakjubkan ini baru pertama kali terekam dalam kamera, yang dibuat dalam bentuk film untuk seri khusus Discovery Channel, Frozen Planet.


Momen ini berhasil dibuat oleh kameraman Hugh Miller dan Doug Anderson, yang menggunakan kamera antar waktu, saat merekam peristiwa yang terjadi di bawah lapisan es Antartika. Banyak kendala yang dialami dua kameraman itu. Seperti kondisi dingin yang ekstrem dengan temperatur di bawah nol.


"Sedikitnya penelitian mengenai brinicle membuat kita sulit untuk mengetahui kapan dan bagaimana fenomena itu akan terbentuk. Kejadian ini cenderung membentuk es dalam kondisi yang sangat dingin, hingga bisa mengganggu lingkungannya dan gerakan aliran air garam," ujar produser film, Kathryn Jeffs.


Berbekal sedikit informasi mengenai brinicle, Jeffs dan krunya menuju kaki gunung Erebus, suatu gunung berapi terpencil di Antartika. Para kru menghadapi kondisi beberapa kali kendala teknis dan sulitnya menjangkau lokasi akibat medan es yang ekstrem.


"Namun, semua tantangan tersebut terbayar dengan hasil yang didapatkan. Kru menyelam untuk menentukan lokasi kamera yang akan diletakkan keesokan harinya, untuk merekam kejadian alam itu. Hasil rekaman menangkap dengan jelas proses terjadinya brinicle. Bahkan, tertangkap pula fenomena 'sungai kematian' dimana organisme air mati karena kadar salinitas yang tinggi dan membeku," kata Jeffs.


Penasaran seperti apa 'jari dingin kematian' atau brinicle itu terbentuk? Berikut Talinews tampilkan rekaman videonya.

 

Fenomena Alam: Gravitasi yang Aneh

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 22:29
Satu lagi fenomena alam yang menjadi pukulan berat bagi hukum Gravitasi Newton. Diwilayah Santa Cruz, California terdapat suatu fenomena alam yang sangat menakjubkan,dimana ditempat itu banyak terjadi kejanggalan yang mungkin membuat kita clingak-clinguk kebingungan dan keheranan jika mengunjungi tempat tersebut. 

Pasalnya,ditempat yang merupakan hamparan hutan subur itu hukum gravitasi seakan-akan sudah tidak ada artinya sama sekali,semua pepohonan berdiri miring dengan arah kemiringan yang sama bahkan bisa dibilang hampir tumbang.Banyak orang yang menyebut tempat ini "titik misterius".

Jika manusia berada disekitar "titik misterius" sekalipun, seluruh badannya tanpa dikehendaki juga ikut-ikutan miring,walaupun berusaha untuk berdiri dengan tegak,hasilnya akan sama saja.

Anehnya,walaupun dalam keadaan posisi yang miring dalam sekala yang besar,seluruh benda yang ada tidak akan terjatuh atau kehilangan keseimbangannya.Jika mencoba berjalan,langkah kita tetaplah stabil dan berjalan tanpa kesulitan walaupun dalam posisi miring.

Bila berkunjung ketempat ini,kita bisa melihat keanehan-kenehan seperti rumah yang terlihat hapir roboh (padahal sebenarnya masih kokoh), sapu yang bisa berdiri sendiri dalam keadaan yang miring,manusia yang dapat berdiri ditembok,dan keanehan-keanehan lainnya.
Parahnya lagi,dengan adanya fenomena ini,hewan-hewan hutan ngga’ ada yang mau nongkrong dan mencari makan disekitar "titik misterius",meraka mungkin ketakutan atau bagaimana? 

"Mystery Spot" bisa membuktikan akan kelemahan teori Gravitasi,Sir Issac Newtondengan hukum gravitasinya menyatakan bahwa semua benda akan ditarik kearah semua benda lainnya oleh kekuatan gravitasi.

Kekuatan ini tergantung pada seberapa banyaknya zat yang tergantung dalam benda dan pada jarak diantaranya. Hukum itu menerangkan mengapa orbit planet dan bulan berbentuk elips.Hukum itu menerangkan juga gerak semua benda dalam alam semesta yang mahaluas. Dengan adanya fenomena ini,hukum gravitasi Newton yang bertahan kurang lebih selama 4 abad mungkin sudah saatnya untuk direvisi. Namun sampai saat ini,Para Ilmuwan belum dapat menjelaskan bagaimana fenomena ini bisa terjadi,mungkin masih menunggu beberapa waktu lagi untuk memecahkan misteri ini,atau mungkin teman-teman sudah mempunyai sebuah teori atau argumen untuk memberi pencerahan bagaimana fenomena ini bisa terjadi? 

Sebenarnya,fenomena-fenomena seperti ini tidak hanya terjadi diwilayah Santa Cruz,California saja,tetapi ditempat lain juga bisa ditemukan. Memang kebanyakan berada di USA,tapi di wilayah Eropa juga dapat ditemui tempat seperti ini,contohnya disekitar Warsawa,Polandia. Oh iya,aq baru ingat, hal serupa juga ada disebuah wilayah di China,namun yang ini berupa tanjakan jalan raya. Uniknya ditempat itu seluruh benda beroda/yang mudah menggelinding akan tertarik menuju keatas tanjakan,padahal jika dipikir secara logika hal tsb sangatlah tidak masuk akal.

Fenomena Alam: Salju Turun di Sumatera Barat

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 22:14
Meski termasuk negara tropis, ternyata Indonesia pun bisa mengalami badai salju. Tidak percaya? Itulah yang terjadi ketika puluhan rumah warga mengalami kerusakan akibat dihantam badai salju yang melanda Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar). "Badai salju melanda Kabupaten Sijunjung pada Rabu (28/3) sekitar pukul 20.00 WIB mengakibatkan puluhan rumah mengalami kerusakan, "kata Kabid Penanggulangan Bencana BPBD Sumbar Ade Edwar di Padang, Kamis (29/3).

Menurutnya, berdasarkan data sementara diperoleh BPBD Sumbar, dimana 48 unit rumah atapnya beterbangan, dua unit rumah hancur berantakan. "Selain puluhan rumah warga rusak, badai salju juga merusak beberapa unit bangunan Sekolah Dasar (SD), tiga lokal belajar dan beberapa atapnya beterbangan, serta satu unit rumah dinas sekolah," katanya.

Dia menambahkan, badai salju yang melanda Kabupaten Sijunjung itu tidak menimbulkan korban jiwa, hanya mengalami kerugian materil. "BPBD masih melakukan penghitungan berapa kerugian harta benda ketika badai salju itu,"katanya.

Dia mengatakan, badai salju yang melanda Kabupaten Sijunjung hingga merusak puluhan rumah tersebut merupakan yang pertama kali terjadi di Sumbar. "Badai salju ini tidak pernah terjadi, ini merupakan pertama kali terjadi di Sumbar,"katanya.
Menurutnya, warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat dihantam badai salju telah dievakuasi ke tempat yang dirasakan aman. "BPBD telah mendirikan berapa unit tenda darurat bagi warga yang mengungsi, sementara itu bantuan akan segera dikirimkan,"katanya.

Dia menambahkan, untuk sementara aktivitas warga yang berada di Kabupaten Sijunjung masih belum pulih akibat badai salju yang melanda. "Masyarakat Kabupaten Sinjunjung masih merasakan khawatir jika badai salju susulan kembali terjadi, mereka berharap pemeerintah cepat memberikan bantuan,"katanya.

Fenomena Alam: Air Terjun Mengeluarkan Darah

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 21:48
Inilah salah satu fenomena alam yang langka terjadi, bagaimana tidak dari sebuah sumber air yang mengalir pada sebuah air terjun bisa terdapat aliran darah yang mengalir terus menerus namun agak lambat. Hal ini terjadi di sebuah Gletser di Antartika tepatnya di lembahMc Murdo wilayah kutub selatan. Pertama kali seorang geolog menemukan air terjun beku tahun 1911 dan mereka menemui hal aneh yang mereka kira adalah warna merah yang mengalir merupakan warna yang berasal dari ganggang merah, namun sifta sejatinya ternyata lebih dari yang mereka duga.


Kira-kira 2 juta tahun yang lalu Gletser Taylor terkurung dibawah aliran air yang mengandung kumpulan mikroba kuno, dan mereka terisolasi disana dibawah lapisan es yang sangat tebal secara alami, berkembang secara independen mikroba ini hidup tanpa cahaya, panas dan oksigen, dan disana mereka terperangkap pada suatu kondisi salinitas yang sangat tinggi dan kaya akan zat besi sehingga memberikan warna yang merah sama dengan zat besi dalam darah.


Dan Air terjun ini terjadi karena adanya sebuah celah dari gletser tersebut yang memungkinkan air subglacial tersebut keluar, membentuk air terjun tanpa mencemari ekosistem didalamnya. Para ilmuwanpun akhirnya menduga dari kesimpulan tersebut bisa sangat mungkin terjadi juga di planet planet lain seperti Mars dan Yupiter, Air terjun berdarah ini benar benar suatu fenomena alam yang ajaib baik secara visual maupun ilmiah. 


Inilah salah satu fenomena alam yang langka terjadi, bagaimana tidak dari sebuah sumber air yang mengalir pada sebuah air terjun bisa terdapat aliran darah yang mengalir terus menerus namun agak lambat. Hal ini terjadi di sebuah Gletser di Antartika tepatnya di lembahMc Murdo wilayah kutub selatan. Pertama kali seorang geolog menemukan air terjun beku tahun 1911 dan mereka menemui hal aneh yang mereka kira adalah warna merah yang mengalir merupakan warna yang berasal dari ganggang merah, namun sifta sejatinya ternyata lebih dari yang mereka duga.


Read more at: http://www.ruanghati.com/2009/09/10/fenomena-alam-aneh-air-terjun-mengeluarkan-darah-yang-mengalir-terus-videopics/
Inilah salah satu fenomena alam yang langka terjadi, bagaimana tidak dari sebuah sumber air yang mengalir pada sebuah air terjun bisa terdapat aliran darah yang mengalir terus menerus namun agak lambat. Hal ini terjadi di sebuah Gletser di Antartika tepatnya di lembahMc Murdo wilayah kutub selatan. Pertama kali seorang geolog menemukan air terjun beku tahun 1911 dan mereka menemui hal aneh yang mereka kira adalah warna merah yang mengalir merupakan warna yang berasal dari ganggang merah, namun sifta sejatinya ternyata lebih dari yang mereka duga.


Read more at: http://www.ruanghati.com/2009/09/10/fenomena-alam-aneh-air-terjun-mengeluarkan-darah-yang-mengalir-terus-videopics/
Inilah salah satu fenomena alam yang langka terjadi, bagaimana tidak dari sebuah sumber air yang mengalir pada sebuah air terjun bisa terdapat aliran darah yang mengalir terus menerus namun agak lambat. Hal ini terjadi di sebuah Gletser di Antartika tepatnya di lembahMc Murdo wilayah kutub selatan. Pertama kali seorang geolog menemukan air terjun beku tahun 1911 dan mereka menemui hal aneh yang mereka kira adalah warna merah yang mengalir merupakan warna yang berasal dari ganggang merah, namun sifta sejatinya ternyata lebih dari yang mereka duga.


Read more at: http://www.ruanghati.com/2009/09/10/fenomena-alam-aneh-air-terjun-mengeluarkan-darah-yang-mengalir-terus-videopics/
 

Google+ Followers

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pasid-XP - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger