Headlines News :
Showing posts with label Info Militer. Show all posts
Showing posts with label Info Militer. Show all posts

Pindad produksi 150 senapan SPR 2 buat Kopassus, dunia gempar

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 03:39
SPR 2

PT Pindad mampu membuat senapan sniper SPR 2 yang membuat dunia militer internasional kaget. Pasalnya, senapan ini mampu menjangkau target dengan jitu dalam jarak lebih dari 2 km.

"Kita sedang bikin 150 pucuk (senapan SPR 2) buat Kopassus, dunia sniper internasional sudah gempar. Senapan SPR 2 ini jangkauannya sampai 2 km," kata kadep komunikasi Pindad Sena Maulana di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (5/11).

Menurutnya jenis peluru senjata sniper SPR 2 ditakuti banyak negara. Peluru ini mampu menembus kendaraan lapis baja sekalipun.


"Pelurunya 12,7 mm anti material, jenis pelurunya paling ditakuti karena bisa menembus tank dan kendaraan lapis baja. Peluru ini dapat menembus baja lalu terbakar dan meledak di dalam," terang dia.

Masih menurutnya, senapan sniper SPR 2 ini berawal dari sniper SPR 2 milik TNI yang tak berani diuji coba. Kemudian Pindad berusaha menguji dan akhirnya membuat sendiri.

"Tahun 2003, TNI punya 3 pucuk dari negara lain tapi nggak berani uji karena berat dan besar. Akhirnya kita uji bareng-bareng lalu kita buat sendiri tahun 2006, itu awalnya," pungkas dia.
Source - Merdeka.com

Ketangkasan Beladiri TNI AD

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 15:54
SEBANYAK 5.342 prajurit TNI AD melakukan ketangkasan beladiri militer di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (21/6) beladiri yang ditampilkan terdiri dari Taekwondo, Yongmodo, Boxer, Karate, Merpati Putih dan Pencak Silat. Mereka unjuk kekuatan dihadapan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Moeldoko dan petinggi TNI AD.
 

 

TNI AL Bentuk Batalyon Marinir di Perbatasan

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 17:39
TNI Angkatan Laut membentuk Batalyon Infanteri-10 Korps Marinir yang bermarkas di Pulau Setoko, Perairan Batam, Propinsi Kepulauan Riau. Batalyon Infanteri Korps Marinir dibentuk sebagai implementasi perencanaan strategis dalam pembangunan kemampuan khususnya kemampuan pertahanan matra laut dalam menghadapi berbagai kemungkinan ancaman dan kontijensi yang dapat terjadi di wilayah perbatasan.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Marsetio, Rabu (5/6), meletakkan batu pertama pembangunan markas batalyon tersebut di Pulau Setoko, Perairan Batam, Propinsi Kepulauan Riau, disaksikan unsur Muspida dan tokoh masyarakat setempat.

Selain peletakan batu pertama, peresmian juga ditandai dengan penandatanganan prasasti Batalyon Infanteri-10 Korps Marinir, dan pemberian tali asih kepada empat orang perwakilan dari empat desa sekitar lokasi pembangunan yakni Desa Setoko, Desa Akar Sebrang, Desa Nipah, dan Desa Pulau Panjang.

Pada acara peletakan batu pertama diwarnai dengan unjuk kemahiran terjun payung oleh para prajurit TNI Angkatan Laut itu.

Hadir dalam acara, para Panglima Komando Utama (Pangkotama) TNI Angkatan Laut diantaranya Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) A. Faridz Washington, Gubernur Kepulauan Riau, Muhammad Sani, pejabat pemda setempat serta sejumlah tokoh masyarakat. Turut hadir pula Ketua Umum Jalasenastri Ny. Peny Marsetio beserta sejumlah pengurus pusat dan pengurus daerah Jalasenastri, dan undangan lainnya.

Menurut Marsetio, pembangunan Batalyon Infanteri-10 Korps Marinir Pulau Setoko, merupakan program prioritas TNI Angkatan Laut, sebagai tindak lanjut perintah Presiden Republik Indonesia untuk membangun dan membentuk satuan baru Korps Marinir di Kepulauan Riau dengan kekuatan satu batalyon infanteri yang diperkuat. Hal ini dimaksudkan untuk merespon perkembangan lingkungan strategis yang dinamis dan multidimensional, khususnya dalam mengamankan wilayah perbatasan.

Untuk mendukung kelancaran pembangunan batalyon marinir ini, lanjut KSAL, beberapa hal perlu disiapkan sejak dini antara lain software organisasi, personel terlatih dan material yang dibutuhkan.

“Dengan demikian diharapkan pembangunan dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta diorientasikan untuk mengutamakan kualitas dalam aspek organisasi, alutsista dan profesionalisme prajurit Korps Marinir khususnya dan TNI Angkatan Laut pada umumnya,” tegas KSAL seperti dilansir dalam siaran pers Kasubdispenum Dispenal, Kolonel Laut (S) J Widjojono.

Pada kesempatan tersebut, KSAL menginstruksikan para prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut agar menjaga hubungan baik dengan masyarakat setempat, pemerintah daerah, maupun aparat TNI dan Polri lainnya.

“Hindari segala perbuatan yang dapat mencederai hati rakyat dan adakan penyesuaian diri, kenali lingkungan sekitar serta jaga nama baik organisasi TNI Angkatan Laut,” tegas Marsetio.

Pada hari yang sama, KSAL juga meresmikan dimulainya pembangunan Trauma Center Rumkital dr. Midianto Suratani Lantamal lV Tanjung Pinang, yang dirangkaikan dengan penandatangan Piagam Kesepakatan Bersama (PKB) antara TNI Angkatan Laut dengan Pemerintah Kepulauan Riau tentang pengoperasian kapal pintar KAL Pintar Mandiri-1 dan pemanfaatan lahan TNI Angkatan Laut untuk pembangunan instalasi SEA Water Reverse Osmosis (SWRO) guna kepentingan masyarakat setempat. Penandatanganan piagam kesepakatan bersama tersebut dilakukan oleh Kasal bersama Gubernur Kepulauaan Riau, Muhammad Sani.

Satpol PP Turunkan Spanduk Kopassus

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 04:24
Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Sleman segera mencopoti spanduk dukungan kepada Kopassus jika pemasangannya tidak berizin. Di Sleman, khususnya, banyak sekali spanduk dipasang di pinggir jalan yang isinya mendukung Kopassus dan penolakan preman di Yogyakarta.

Spanduk-spanduk dukungan itu berada di pertigaan Colombo, perempatan Gejayan, perempatan Denggung, depan kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran dan tempat-tempat strategis lainnya. Spanduk itu merupakan reaksi dari kasus penyerangan LP Cebongan, Sabtu, 23 Maret 2013 oleh anggota Kopassus yang menewaskan empat tahanan.

"Senin kami cek, jika tidak berizin maka akan diturunkan," kata Kepala Seksi Operasional Penegakan Perundang-undangan Satuan Pamong Praja Sleman, Rusdi Rais, Minggu, 14 April 2013.

Rusdi tidak mempedulikan spanduk itu merupakan dukungan dan penolakan peremanisme. Jika tidak ada izin pemasangannya, maka akan diturunkan. Spanduk-spanduk itu dinilai sangat provokatif. Lihat saja tulisan-tulisan dalam spanduk seperti "Terimakasih Kopassus, Yogyakarta aman, preman minggat", "Hidup Kopassus, Preman Minggat" dan lain-lain. Semua spanduk, baliho atau reklame yang tidak dilengkapi izin pemasangan otomatis akan dibersihkan. Sebab, pemasangan benda-benda reklame di lokasi publik harus berizin.

Satpol PP tidak mempedulikan spanduk itu merupakan dukungan terhadap Kopassus, polisi, atau penolakan terhadap preman. Jika tidak dilengkapi izin, maka spanduk akan dibersihkan. Perizinan pemasangan spanduk dan lain-lain ditangani oleh Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Sleman.

Seperti diketahui, empat tahanan titipan yang tewas di LP Cebongan akibat dibantai anggota Kopassus merupakan tersangka penganiayaan yang menewaskan seorang anggota Kopassus di Hugo's Cafe pada Selasa, 19 Maret 2013. Keempatnya yang merupakan warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dianggap sebagai preman oleh tim investigasi dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat.

Tony Alexander, 46 tahun, warga asal NTT yang dituakan oleh warga NTT di Yogyakarta, menyatakan spanduk itu merupakan suatu aspirasi dan kebebasan dalam era keterbukaan ini. Namun, dirinya berharap spanduk tersebut tidak menyinggung suatu etnis (suku) tertentu. "Pemasangan spanduk itu aspirasi, tapi jangan sampai menyinggung etnis," kata dia.

Kopassus Menolak Diperiksa Komnas HAM

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 22:08
Siti Noor Laila
Rencana Tim Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk bertemu Kopassus di markas Grup-2 Kopassus Kandang Menjangan, Sukoharjo, Jawa Tengah, batal karena ditolak oleh Komandan Kopassus di sana.
"Kami belum ke sana, jadi harusnya Rabu lalu, tapi Selasa di konfirmasi via telepon oleh Kopassus di Kandang Menjangan belum bisa diterima karena tidak ada izin dari mabes TNI. Maka Senin depan, Komnas akan berkonsultasi dengan Mabes," ujar Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila selaku ketua Tim Penyelidikan penyerangan LP Cebongan, Sleman, saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (29/3).

Menurutnya, pertemuan dengan Kopassus sangat penting dalam penyelidikan yang tengah dilakukan Komnas HAM terkait pelanggaran HAM dalam kasus penyerangan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta, yang menyebabkan empat orang meninggal. 

Peristiwa yang terjadi di LP memiliki kaitan dengan peristiwa sebelumnya dan sesudahnya. Peristiwa sebelumnya adalah terjadi pengeroyokan yang dilakukan oleh keempat korban terhadap seorang anggota Kopassus Kandang Menjangan di Hugo's Cafe yaitu Sertu Santoso hingga tewas. 

Peristiwa sesudahnya adalah terjadi penyerangan oleh 17 orang yang wajahnya ditutup dan memegang senjata laras panjang, terhadap empat korban hingga mati di Lapas. Komnas HAM melakukan penyelidikan karena diduga terjadi pelanggaran HAM. Tentu dalam proses penyelidikan, akan banyak pihak terkait yang diminta keterangan oleh Komnas HAM.

"Hingga saat ini, pihak yang sudah dimintai keterangan oleh Komnas HAM adalah pengacara dan keluarga korban, masyarakat dan mahasiswa NTT di Yogya, masyarakat sipil Yogya, Polda, Polres, Kanwil Hukum dan HAM, LP. Tinggal Kopassus yang belum. Yang penting diketahui, bukan berarti kita melakukan pertemuan dengan Kopassus berarti dia adalah pelakunya, tidak juga. Ini masih sebagai pihak-pihak yang kita mintai keterangan dan dianggap tahu persoalan itu, Ini masih awal saja," ujarnya.

Setelah Kopassus diperiksa, Komnas HAM akan melakukan analisis, apakah masih perlu mengembangkan penyelidikan lebih lanjut atau sudah cukup. Jika sudah cukup, Komnas HAM akan mengeluarkan rekomendasi. Untuk itu, Komnas HAM hari Senin akan melakukan koordinasi dengan Mabes TNI.

"Tadi malam sudah ada dialog, Mabes sangat terbuka. Ini persoalan birokrasi di masing-masing lembaga saja. Nanti kita bisa berkoordinasi," ujarnya.

Kejanggalan Pemindahan 4 Pembunuh Kopassus Diselidiki

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 14:27

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana, mengaku akan melakukan evaluasi pasca terjadinya penyerangan oleh sekelompok orang bersenjata di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Yogyakarta pada Sabtu dini hari tadi. Pengamanan Lapas juga akan ditingkatkan.

Menurut Denny, saat ini instansinya tengah menelusuri kemungkinan adanya kejanggalan pemindahan empat tersangka dari Polda ke Lapas yang dilakukan dalam waktu 24 jam. "Sedang diverifikasi oleh tim di lapangan, tentu saja apa jawabannya, kita harus sedikit bersabar menunggu, yang pasti SOP kita penuhi," kata dia dalam konferensi pers di kantornya, Sabtu 23 Maret 2013.

Namun Denny meyakini pemindahan para tersangka itu sesuai prosedur. "Kalaupun nanti setelah kita lihat ada yang meleset dan tidak terpenuhi tentu akan kita evaluasi."

Dia mengatakan bahwa status para tersangka itu tahanan titipan. Mereka sebelumnya ada di Polda, lalu dipindahkan ke Lapas Sleman. "Tentu prosedur yang sebenarnya biasa saja, menjadi bermasalah karena ada insiden itu," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya empat orang tersangka pembunuh anggota Kopassus, Sertu Heru Santoso, tewas diberondong tembakan belasan orang tak dikenal di dalam selnya di Lapas Cebongan.

Pangdam IV Diponegoro Mayor Jenderal Hardiono Saroso, mengaku siap membantu tugas penyidikan yang dilakukan Polda DIY untuk mengungkapkan kasus ini secara tuntas. Ia minta agar semua pihak jangan berspekulasi siapa penyerang lapas Sleman ini. "Jika saya tahu maka akan saya beri informasi," kata dia.

Ia menjelaskan, kasus tewasnya Serka Heru Santosa tidak ada kaitannya dengan Kopassus. Serka Heru sudah menjadi anggota Den Intel Kodam IV Diponegoro dan bukan lagi anggota Kopassus ataupun Kodim Yogyakarta. viva.co.id

AK 47 Bukan Senjata Kopassus

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 14:17
 
Pelaku penyerangan yang menewaskan empat orang tahanan di LP  Kelas II Cebongan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), diduga dari oknum Kopassus. Kelompok tersebut mengeksekusi keempat tahahan yang melakukan pembunuhan terhadap Sertu Santosa menggunakan senjata AK 47.

Sebagai Sebagai satuan tempur berkualifikasi, para dan komando (parako), perangkat tempur yang dipergunakan Kopassus, sangat khusus dan terbilang canggih. Namun senjata senjata AK 47, bukanlah senjata yang dipergunakan Kopassus.

Berikut ini senjata tempur yang dipergunakan pasukan Kopassus dalam menjalankan tugasnya yang dihimpun okezone dari berbagai sumber.

Prajurit Kopassus dalam membaca peta, tidak lagi menggunakan  kompas prisma, pasukan elite tersebut memakai  GPS (Global Positioning System).

Untuk senapan, Kopassus menggunakan  H&K MP5,  SS1 (satu orang dengan peluncur granat M203 kaliber 40 milimeter) dan dua pilihan senapan mesin: Ultimax 100 dan Minimi, keduanya kaliber 5,56 milimeter. Sementara untuk pistol yang dipakai yaitu Beretta 9 milimeter (45).

Kopassus punya peralatan terjun payung tercanggih untuk melakukan HALO (High Altitude Low Opening) dan HAHO (High Altitude High Opening) yang memakai masker oksigen.  Dengan peralatan terjun tersebut, pasukan Kopassus dapat terjun payung dari ketinggian sekitar 10.000 kaki.

Pasukan ini juga mempunyai peralatan pendaratan pantai (LCR/Landing Craft Rubber atau perahu karet dengan mesin yang hampir tanpa bunyi, yang digunakan untuk operasi penyusupan di malam hari), menyelam dan team daki serbu.

Sebelumnya,  Pakar Hukum Tatanegara, Yusril Ihza Mahendra, meminta agar pelaku penyerangan LP Cebongan dapat diungkap karena pelaku penyerangan, menggunakan senjata AK 47 yang bukan senjata organik TNI.

"Perlu segera diungkap apakah pelaku anggota TNI atau bukan, mengingat senjata AK 47 yang digunakan bukan senjata organik TNI. Kalau pelaku anggota TNI, maka segera dilakukan tindakan hukum baik tindakan disiplin maupun langkah pidana, apalagi jika terungkap insiden ini adalah kejahatan pembunuhan terencana," ujar Yusril kepada okezone, Sabtu 23 Maret kemarin.

Sementtara itu, Dirjen Keamanan dan Ketertiban (Dir Kamtib) Kementerian Hukum dan HAM, Wibowo Joko, menduga gerombolan bersenjata yang menyerbu Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, DIY, adalah oknum anggota TNI dari satuan Kopassus. okezone.com

Kopassus Gelar Latihan Pembebasan Sandera

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 00:00
Berkaitan dengan permasalahan kegiatan terorisme di Tanah Air, Pasukan Elit Angkatan Darat  Detasemen 81 (Kopassus) menggelar latihan pembebasan sandera di komplek BNDCC Nusa Dua dengan melibatkan satu Detasemen Pasukan Sanda (Sandi Yudha) Kopassus, Sabtu malam (16/3). 
 
Pada kesempatan tersebut Danjen Kopassus, Mayjen TNI Agus Sutomo menyampaikan,  tujuan latihan ini adalah untuk mengenal wilayah yang ada di seluruh Indonesia khususnya di Provinsi Bali yang terkenal sebagai daerah tujuan wisata Manca Negara dan tempat penyelenggaraan kegiatan yang bersifat Internasional, sehingga apabila suatu saat Kopassus ditugaskan untuk melaksanakan Pengamanan VVIP di Provinsi Bali sudah tidak asing lagi khususnya dalam penguasaan medan.

Secara spesifik latihan ini adalah untuk mengaplikasikan teknik dan taktik operasi pembebasan sandera yang pada hakekatnya adalah merupakan salah satu upaya untuk menyiapkan Satuan Gultor (Penanggulangan Teroris) dalam menghadapi kemungkinan terjadinya aksi terorisme di Tanah Air dalam rangka menjaga dan menjamin stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Kapolsek Martapura Kritis Ditikam Prajurit Artileri

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 17:35
foto : jibi photo
Kapolsek Martapura menjadi salah korban penyerangan para personil Armed TNI AD di Mapolsek Ogan Komering Ulu (OKU). 
 
Kepala Polisi Sektor Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan Komisaris Polisi Ridwan mengalami luka serius dalam kondisi kritis akibat diserang sejumlah oknum TNI dan dilarikan ke RS Bhayangkara Palembang, Kamis.
Kapolsek Martapura itu bersama satu anggota Polres Ogan Komering Ulu, Aiptu Marbawi terpaksa dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Polda Sumsel di Palembang, kata Kabid Humas Polda Sumsel AKBP R Djarod, Kamis (7/3/2013).

Menurut dia, sekarang ini anggotanya yang menjadi korban amukan oknum anggota TNI itu telah dibawa ke rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel.
Memang kondisinya dalam kritis sehingga terpaksa dirujuk ke rumah sakit di Palembang, katanya.
Mengenai asal kejadian keributan, dia mengatakan, semula ada sejumlah oknum anggota TNI yang mendatangi Mapolres OKU untuk mempertanyakan perkembangan kasus oknum polisi (BW) tersangka diduga menembak anggota TNI AD Armed 76/15 Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur sampai korban meninggal dunia, Minggu (27/1).

Namun, tidak berapa lama terjadi selisih paham sehingga Mapolres OKU dibakar mengakibatkan sejumlah kendaraan roda dua mengalami kerusakan, termasuk 16 tahanan di Mapolres memanfaatkan kesempatan melarikan diri.

Kemudia oknum tersebut melanjutkan mendatangi Mapolsek Martapura juga untuk mempertanyakan permasalahan tersebut, dan terjadi kasus aksi pengrusakan Mapolsek.
Berdasarkan data terakhir yang diterima pihaknya akibat kejadian tersebut empat anggota Polda Sumsel yang ditugaskan di Polres OKU dan Polsek Martapura mengalami luka berat dan seorang sipil yakni petugas kebersihan juga mengalami luka.

Korban yang mengalami luka berat itu yakni Kompol Ridwan, Kapolsek Martapura, Aiptu Marbawi, Bripka M, Briptu Berlin semuanya anggota Polres OKU termasuk Asrul petugas kebersihan.
Sebenarnya mengenai oknum polisi BW yang menembak anggota TNI (Her) beberapa waktu lalu sudah diproses secara hukum yang berlaku.

Bahkan, anggota tersebut masih ditahan di Mapolda Sumsel untuk mengikuti proses hukum yang berlaku.
Jadi semua permasalahan terutama anggotanya yang melanggar tetap diproses sesuai hukum yang berlaku, tambah dia. solopos.com

Kronologi Pembakaran Mapolres Ogan Komering Ulu

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 17:32
Ogan Komering Ulu: Sekitar dua truk dan sepeda motor personel TNI  mendatangi Kantor Polres Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, dan membubarkan aparat kepolisian yang sedang mengikuti apel pagi.

Menurut seorang warga di sekitar Mapolres Ogan Komering Ulu, Hari Merdeka, personel TNI tiba di Mapolres sekitar pukul 08.15 WIB. "Mereka masuk ke Mapolres dan membubarkan aparat polisi yang sedang apel. Polisi pun berlarian, kucar-kacir. Sedangkan sebagian personel TNI yang mengendarai sepeda motor memblokade akses jalan menuju Mapolres," kata Hari.

Setelah itu, lanjut dia, beberapa anggota TNI memasuki Mapolres dan tak lama berselang, asap membumbung dari belakang Mapolres yang disusul kebakaran.

Setelah terjadi kebakaran, sejumlah anggota TNI dan Polri menyelamatkan kotak amunisi dan tahanan yang ada di Mapolres.

Kodam Bukit Barisan Terima Empat Panser

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 17:15
Pangdam I/BB Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus menerima Alutsista TNI AD Panser APS Anoa-2, Kendaraan Penarik Meriam RND KM 250, Ambulance Strada Triton, Jeep Toyota Fortuner di Lapangan Upacara Makodam I/BB Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Jumat (8/3).

Pangdam I/BB  Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus mengatakan Panser APS Anoa-2, adalah kendaraan tempur lapis baja pengangkut personil APS 6X6 Anoa 2 merupakan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) buatan PT. Pindad dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk sejenis buatan pabrikan luar negeri. Panser Anoa 2 dirancang khusus untuk kebutuhan TNI-AD, dapat mengangkut 10 personil dengan 3 orang Kru, 1 Driver 1 Commander dan 1 Gunner. Disamping itu kendaraan ini juga dilengkapi dengan mounting senjata 12,7 mm yang dapat berputar 360 derajat,” Kehadiran Anoa ini tentu bukan sekadar untuk pasang aksi tebar pesona, namun kehadiran Anoa di tengah kancah alutsista TNI  menjadi obat rasa dahaga bagi satuan kavaleri 6 /Serbu yang sejak lama memang telah mendambakan hadirnya sebuah ranpur buatan lokal yang spesifikasi dan konstruksinya cocok dengan postur tubuh dan ‘kebiasaan’ prajurit TNI AD.

Lebih lanjut Pangdam I/BB  mengatakan kehadiran Alutsista tersebut sebagai perkuatan TNI sesuai dengan UU TNI Nomor 34 tahun 2004 yaitu Menegakkan Kedaulatan,Melindungi dan Mempertahankan NKRI,dan Alutsista tersebut juga dapat digunakan sebagai pengamanan VVIP oleh TNI dan Polri .

Hadir dalam upacara tersebut Kapoldasu Irjen Pol Drs. Wisjnu  Amat Sastro ,Kasdam I/BB Brigjen TNI I Gede Sumertha, K.Y, PSC, Ketua DPRDSU dan Kota Medan, Walikota Medan, Wakil Walikota Medan, Irdam I/BB, Staf Khusus Pangdam I/BB, Para Sahli Pangdam I/BB, Asrendam I/BB, Para Asisten Kasdam I/BB,para Kabalakdam I/BB, Dansat Brimob, Dandim 0201/BS,Para Danyon BS wilayah Medan, Ketua Pesit KCK PD I/BB Ny Meria Lodewijk beserta pengurus Persit KCK PD I/BB.
Demikian Press Realease Pendam I/BB. http://kodam1-bukitbarisan.mil.id

Mapolres OKU Dibakar Prajurit TNI

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 19:01
Empat orang mengalami luka dalam bentrok yang terjadi antara oknum prajurit TNI dengan Polri di Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan (Sumsel). Salah satu korban yang terluka parah adalah Kapolsek Martapura akibat tertusuk sangkur oknum prajurit TNI.

"Empat orang terluka dan dua luka parah, tidak ada yang meninggal. Kapolsek (Martapura) kritis, luka karena ditusuk," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Suhardi Alius, dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas, Jl Senjaya, Jakarta Selatan, Kamis (7/3/2013).

Menurut Suhardi, pihaknya masih melakukan inventarisir korban lainnya. Pada saat ini, Kapolsek diterbangkan ke RS Bhayangkara di Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif.

Suhardi menambahkan, usai melakukan perusakan ke Mapolres OKU, hampir seratus oknum prajurit TNI AD berseragam hendak kembali ke markas kesatuan. Selain mapolres, amuk oknum TNI juga merusak dua pos polisi, satu markas sub-sektor, dan beberapa mobil dinas.

"Saat perjalanan pulang, mereka melintas Mapolsek Martapura, kemudian terjadi pengeroyokan. Kejadian berlangsung cepat, mereka kembali ditarik pimpinannya," jelas Suhardi.

Pameran Senjata Koleksi TNI

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 16:37



Sejumlah alat-alat canggih milik Detasemen Khusus Anti Teror Bravo 90 (Den Bravo) Paskhas TNI Angkatan Udara, Detasemen Jalamangkara (Denjaka) Marinir TNI AL, serta Satuan Penanggulangan Teror-81(Sat-81) Kopassus TNI AD diperlihatkan dalam acara seminar di gedung Lemhanas, Jakarta, Rabu (3/8). Alat-alat tersebut diarahkan untuk modernisasi Alutsista secara berkesinambungan dengan mengedepankan produksi dalam negeri.
Selengkapnya

Gugur di Papua, Prabowo Prajurit Terbaik Kopassus

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 02:06
Bendera Merah Putih setengah tiang di depan rumah Prajurit Satu Wahyu Prabowo lesu tak berkibar. Rumah berwarna cokelat di Desa Karanganyar, Purbalingga, itu ramai dikunjungi tetangga. Wahyu, pria kelahiran 5 Oktober 1988, gugur tertembak saat bertugas di Papua.

Kepergian anak sulung dari dua bersaudara kembar akibat ditembak kelompok yang diduga pemberontak di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, ini menyisakan duka bagi keluarganya. "Ternyata yang pulang hanya peti matinya," kata Sastrodiharjo, ayah Prabowo, Jumat, 22 Februari 2013.


Bendera Merah Putih setengah tiang di depan rumah Prajurit Satu Wahyu Prabowo lesu tak berkibar. Rumah berwarna cokelat di Desa Karanganyar, Purbalingga, itu ramai dikunjungi tetangga. Wahyu, pria kelahiran 5 Oktober 1988, gugur tertembak saat bertugas di Papua.

Kepergian anak sulung dari dua bersaudara kembar akibat ditembak kelompok yang diduga pemberontak di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, ini menyisakan duka bagi keluarganya. "Ternyata yang pulang hanya peti matinya," kata Sastrodiharjo, ayah Prabowo, Jumat, 22 Februari 2013.

Menurut dia, saat berangkat, Prabowo mengatakan hanya bertugas selama enam bulan di Papua. Setelah itu, diperpanjang dua bulan. Seharusnya, bulan ini Prabowo sudah berada di rumah dan mempersiapkan perkawinannya.

Sastro berkisah, pernikahan ini telah lama direncanakan pihak keluarga. Cincin pernikahan untuk Merlina Fatmawati Anika telah dibeli. Namun, rencana ini terus tertunda. Saat tiba waktunya, putranya malah bertemu ajal. "Rencana mau nikah setelah pulang, tapi malah pulang dalam kondisi sudah tidak ada," katanya.

Saudara kembarnya, Wahyu Pratiwi, mengaku sempat bertanya kabar Prabowo melalui telepon. "Telepon terakhir saat dia hendak pergi bertugas ke Puncak Jaya," kata Pratiwi. Prabowo berpamitan dan mohon didoakan. "Dia minta jangan memberi tahu keluarga," ujarnya berlinang air mata.

Wahyu Prabowo masuk Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat pada 2008. Dia bermarkas di Serang, Banten. Ia sempat bertugas dalam misi pembebasan kapal dagang yang dibajak perompak Somalia beberapa waktu lalu. Prabowo menempati peringkat empat dari sepuluh besar prajurit Kopasus terbaik.

Kopassus Gelar Sosialisasi Ekspedisi 2013

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 19:38
Komando Pasukan Khusus (Kopassus) mengadakan sosialisasi Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawei untuk rektor perguruan tinggi se-Jawa Tengah dan mahasiswa Universitas Diponegoro, Rabu (6/2). Acara yang digelar di Gedung Dekanat Fakultas Teknik Undip ini diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” oleh seluruh peserta sebelum Brigjen Jaswadi dari Kopassus dan Rektor Undip, Prof Sudharto P. Hadi, MES, PhD menyampaikan sambutannya masing-masing. Dalam sambutannya, Prof Dharto berharap ada banyak hal yang bisa di-explore dan diteliti dalam ekspedisi ini.

Ekspedisi NKRI
 
Usai penyampaian sambutan oleh Prof. Dharto, peserta menonton video kegiatan yang telah dilaksanakan pada dua ekspedisi sebelumnya sekaligus gambaran kegiatan pada ekspedisi yang akan digelar pada 7 Maret hingga 30 Juni mendatang. Menurut Letkol Inf Rafael, Ekspedisi NKRI 2013 Koridor Sulawesi yang mengusung tema “Lestarikan Alam Untuk Pembangunan Berkelanjutan Demi Kesejahteraan Rakyat” ini akan melibatkan banyak lembaga, seperti TNI, Polri, tim ahli, dan mahasiswa. “Selain meneliti, kita juga akan membantu perbaikan sarana dan prasarana disana, seperti perbaikan rumah penduduk, sekolah, jalan, jembatan, dan lain sebagainya,” katanya menerangkan.

Letkol Inf Rafael menambahkan, Kopassus telah mengadakan Ekspedisi Bukit Barisan pada 2011 dan Ekspedisi Khatulistiwa pada 2012. Kegiatan kedua ekspedisi tersebut pun telah dibukukan dan dibagikan pada perwakilan perguruan tinggi se-Jawa Tengah di akhir acara.

Kopassus Bagikan 1000 Paket Sembako di Penjaringan

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 02:40
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menjadi korban banjir pasukan Komando Pasukan Khusus (Kopassus)  menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos)  yang bertajuk 'Peduli Anak Bangsa' di rumah susun Penjaringan Muara Baru, Jakarta Utara, Kamis (7/2/2013). 

Dalam baksos kali ini sebanyak 1000  kantong sembako, 6 karung baju layak pakai dan pengobatan massal digelar dalam satu hari. Sedangkan dalam pengobatan massal Kopassus bekerjasama dengan Medicuss Group Maranata Bandung  yang menerjunkan bantuan kesehatan untuk 1000 pasien dengan mengerahkan 42 tenaga medis. 

"Masih banyak korban pasca banjir yang menderita penyakit seperti batuk ,pilek, diare dan gatal-gatal," kata Kepala Penerangan Kopassus Mayor Inf Achmad Munir, dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, Kamis (7/2/2013). 

Munir menjelaskan, bakti sosial ini bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat pasca banjir dahsyat yang menerjang wilayah Jakarta beberapa waktu lalu. Selain itu, sebagai wujud kepedulian terhadap rakyat dan sebagai upaya menciptakan Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka pengamalan 8 Wajib TNI mengatasi kesulitan rakyat disekitarnya.

Perkuat Strategi, Pasukan Bela Diri Jepang Jalin Mitra Dengan Kopassus

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 02:38
Wakil Komandan Jenderal Kopassus Brigjen TNI Jaswandi menerima kunjungan kehormatan Jenderal Eiji Kimizuka, Kepala Staf Angkatan Darat Pasukan Bela diri Jepang beserta rombongan di Makopassus Cijantung Jakarta Timur, Senin (28/1).

Kunjungan didahului dengan penyambutan jajar kehormatan, foto bersama dan Courtessy Call di ruang Danjen Kopassus. Kegiatan kemudian dilanjutkan pertemuan diruang rapat Kopassus yang diawali dengan sambutan Danjen Kopassus, sambutan Kasad Jepang, paparan Asops Danjen Kopassus Letnan Kolonel Inf Rifky dan diakhiri dengan pemutaran film profil Kopassus dan pengisian buku tamu.

Danjen Kopassus dalam sambutannya yang dibacakan Brigjen TNI Jaswandi  mengatakan hubungan dan kerjasama antara TNI Angkatan Darat dan Angkatan darat Pasukan Bela Diri jepang telah terjalin dengan baik dan berjalan dalam waktu cukup lama. Hal tersebut tentunya akan membuka peluang yang lebih luas untuk dikembangkan lagi dimasa yang akan datang.

Mandiri Biayai Kapal Cepat Rudal Produksi Nasional Ketiga

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 22:13
Bank Mandiri kembali membiayai pembangunan kapal perang jenis kapal cepat rudal buatan dalam negeri guna memperkuat Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) nasional. Untuk itu, perusahaan menyalurkan pinjaman sebesar Rp 42,14 miliar kepada PT Palindo Marine berupa kredit modal kerja (KMK) Rp 22,67 miliar dan bank garansi Rp 19,47 miliar untuk pembangunan KRI Beladau-643.


Peresmian kapal cepat rudal, KRI Beladau-643 tersebut dilakukan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Purnomo Yusgiantoro di Dermaga Pelabuhan Batu Ampar, Batam Kepulauan Riau, Jumat (25/1) dengan disaksikan oleh Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Marsetio, dan Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi.

Sebelumnya, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 65,97 miliar untuk membangun dua unit kapal cepat rudal pertama dan kedua produksi dalam negeri, yaitu KRI Clurit dan KRI Kujang .
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Risiwnandi mengatakan Bank Mandiri ingin terus mendukung industri strategis nasional dalam mengembangkan teknologi alutsista sehingga menciptakan kemandirian bangsa dalam memperkuat kedaulatan nasional.

“Kami bangga dengan kemampuan putra-putra bangsa di PT Palindo Marine yang telah menghasilkan kapal cepat rudal buatan dalam negeri ketiga ini. Untuk itu, kami juga telah memberikan komitmen untuk pembangunan kapal rudal cepat yang keempat,” ungkap Riswinandi

Riswinandi menjelaskan, Bank Mandiri menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 162,51 miliar untuk membantu PT Palindo Marine membangun empat kapal cepat rudal tersebut. Dari jumlah tersebut, Rp. 85,57 miliar merupakan kredit modal kerja (KMK), sedangkan Rp. 76,94 miliar adalah fasilitas bank garansi.
Riswinandi menambahkan bahwa hingga saat ini, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan untuk alutsista lebih dari Rp 1,18 triliun yang disalurkan kepada beberapa industri strategis, seperti PT Pindad dan PT Dok Kodja Bahari.

Dua Pencopet Duel Anggota Kopassus

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 18:10
Dua copet yang biasa beraksi di wilayah Kartasura diringkus anggota Grup II Kopassus Kandang Menjangan Kartasura kemarin.Keduanya, Aji Bowo,42,warga Dusun Sempu Andong RT 04/V Boyolali dan YohanesAirfer Edi,57,warga Sayuan,Kartasura,Sukoharjo.

pencopet duel dengan kopassus

Dari tangan pelaku,petugas mendapatkan barang bukti berupa uang tunai Rp130.000, 3 unit ponsel, 3 dompet, KTP, ATM,dan tas rampasan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WIB saat Sersan Dua Harmaji, anggota Kopassus yang tengah piket, sedang menyeberangkan istri para anggota Kopassus yang hendak mengantarkan anaknya sekolah.Nah,Harmaji melihat bus tujuan Solo–Jogja melintas kencang.Namun, tiba-tiba sekitar 200 meter ke arah Markas Kopassus ada dua orang penumpang meloncat turun dari bis dan lari tergesa-gesa.

Melihat itu, Harmaji lantas melakukan pengejaran dan berhasil menyusul. Saat hendak ditangkap, kedua pencopet tersebut berusaha melawan sehingga sempat terjadi duel satu lawan dua orang.“Saya berantemdi lokasi dua lawan satu karena pelaku menantang saya. Mengetahui ada pelaku yang kabur, saya teriak dan didengar anggota satu piket di pos.Teman saya kemudian menangkap satu pelaku lainnya yang berusaha kabur,” ungkap Harmaji.

Kedua copet tersebut hampir saja dimassa warga yang jengkel dan marah.Akan tetapi, kedua pelaku tersebut bisa diamankan di pos dan diserahkan ke Polsek Kartasura. Komandan Grup II Kopassus Kolonel Infrantri Suhardi sangat mengapresiasi positif anggota yang memiliki naluri intelijen berani menangkap dua copet yang berusaha lari. Apa yang dilakukan anggotanya tersebut merupakan prestasi yang patut dibanggakan. Sementara itu, Kapolsek Kartasura AKP Kemas Indra Negera mengaku terkendala belum adanya korban pencopetan yang melaporkan secara resmi. Apalagi,ponsel yang diambil pelaku juga belum dihubungi oleh pemilik yang merasa telah kehilangan.

“Pelaku ini dari penyelidikan sudah beberapa kali melakukan aksi sama di wilayah Solo,” ungkapnya. Kemas menambahkan, pelaku dijerat Pasal 362 KHUP tentang pencurian dengan hukuman lima tahun penjara. Salah satu pelaku,Aji,berdalih mencopet karena butuh biaya untuk anaknya yang masih duduk di kelas II SD dan TK. Karenaterdesakkebutuhandan tidak punya pekerjaan, dia akhirnya memilih mencopet di dalam bus.

Tugas Ini Perintah Panglima TNI

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 17:58
Sebanyak 72 prajurit TNI Angkatan Darat dilepas oleh Komandan Resor Militer (Danrem) 131 Santiago Brigjen TNI Johny L Tobing, untuk bertugas di enam pulau terkecil dan terluar yang masuk wilayah administrasi Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (11/1/2013) sore. Pelepasan tersebut dilakukan di halaman Makorem/131 Santiago.
 
"Mereka akan ditugaskan di Miangas, Marore, Marampit, Tinakareng, Kawaluso dan Matutuhang. Jumlah prajurit di setiap pulau bervariasi. Ada 14 prajurit, 12 prajurit dan ada yang 10 prajurit," kata Johny L Tobing.


Selain bertugas untuk menjaga keamanan, 72 prajurit itu ditugaskan membantu pemerintah setempat. Prajurit akan bertindak sebagai guru, jika guru di sana kurang. Mengajarkan juga makna bela negara, pramuka dan olahraga.

Sebelum diberangkatkan, puluhan prajurit ini sudah melaksanakan latihan pra tugas. Pelatihan dibekali Komando Daerah Militer (Kodam) dengan materi-materi khusus. "Operasi ini harus dilaporkan karena setiap pengiriman prajurit TNI bukan perintah Danrem, tetapi harus melalui instruksi langsung Panglima TNI," ujarnya.

Dalam acara tersebut, Danrem Johny L Tobing tidak lupa mengingatkan prajurit agar bisa melaksanakan tugas dengan baik. Lebih penting yang berorientasi terkait pelaksanaan tugas pokok TNI. Prajurit diminta berpedoman pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

"Selalu perhatikan faktor keamanan dalam setiap tindakan. Karena apapun kegiatan yang kita lakukan, apabila tidak aman semuanya akan sia-sia. Baik itu pengamanan personel, pengamanan material dan pengamanan kegiatan. Jangan pernah berbuat tidak baik kepada rakyat. Jangan pernah menyakiti hati rakyat. Agar kita dapat mencintai dan dicintai masyarakat, sesuai dengan visi TNI AD," kata Brigjen Tobing.
Para prajurit itu akan ditugaskan selama enam bulan. Setelah upacara pelepasan para prajurit kemudian menuju Pelabuhan Manado untuk selanjutnya diangkut dengan KM Metro Teratai menuju pulau-pulau terluar. 
 

Google+ Followers

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pasid-XP - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger