Headlines News :
Showing posts with label Teknologi Militer. Show all posts
Showing posts with label Teknologi Militer. Show all posts

Pindad produksi 150 senapan SPR 2 buat Kopassus, dunia gempar

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 03:39
SPR 2

PT Pindad mampu membuat senapan sniper SPR 2 yang membuat dunia militer internasional kaget. Pasalnya, senapan ini mampu menjangkau target dengan jitu dalam jarak lebih dari 2 km.

"Kita sedang bikin 150 pucuk (senapan SPR 2) buat Kopassus, dunia sniper internasional sudah gempar. Senapan SPR 2 ini jangkauannya sampai 2 km," kata kadep komunikasi Pindad Sena Maulana di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (5/11).

Menurutnya jenis peluru senjata sniper SPR 2 ditakuti banyak negara. Peluru ini mampu menembus kendaraan lapis baja sekalipun.


"Pelurunya 12,7 mm anti material, jenis pelurunya paling ditakuti karena bisa menembus tank dan kendaraan lapis baja. Peluru ini dapat menembus baja lalu terbakar dan meledak di dalam," terang dia.

Masih menurutnya, senapan sniper SPR 2 ini berawal dari sniper SPR 2 milik TNI yang tak berani diuji coba. Kemudian Pindad berusaha menguji dan akhirnya membuat sendiri.

"Tahun 2003, TNI punya 3 pucuk dari negara lain tapi nggak berani uji karena berat dan besar. Akhirnya kita uji bareng-bareng lalu kita buat sendiri tahun 2006, itu awalnya," pungkas dia.
Source - Merdeka.com

Peluru yang bisa berubah arah

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 05:09
Aku tidak tahu apa yang Anda bayangkan ketika Anda berpikir tentang masa depan teknologi militer. Apakah Anda melihat robot di seluruh medan perang? Apakah Anda gambar drone melakukan sebagian besar pertempuran? Apakah Anda melihat tentara manusia sebagai menjadi usang di beberapa titik sangat nyata pada waktunya? Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, tapi aku tahu bahwa teknologi canggih akan memiliki peran besar untuk bermain di tahun-tahun mendatang. Dikenal untuk menciptakan beberapa potongan cukup mengagumkan teknologi di masa lalu, Defense Advanced Research Projects Agency (atau, DARPA, untuk pendek) sekarang telah berhasil diuji apa yang mereka memanggil program (Extreme Accuracy Tasked Ordinance) Exacto.
Inilah yang perlu Anda ketahui: menggunakan program Exacto, peluru pergi cukup banyak di mana pun Anda ingin mereka pergi. Sementara itu kapan saja tujuan Anda menarik pelatuk, itu sedikit berbeda dengan Exacto. Dengan penemuan baru ini, DARPA telah menemukan cara untuk mengontrol peluru pertengahan penerbangan. Itu berarti bahwa penembak dapat mengubah arah peluru setelah meninggalkan laras. Itu baru; dan, tampaknya seperti itu akan sangat berguna, terutama selama kondisi cuaca yang kurang ideal ketika angin bisa mengancam untuk membawa peluru tentunya.
DARPA baru saja menyelesaikan acara live-fire sukses dengan peluru kaliber .50 menggunakan Exacto.

Jika teknologi ini dimanfaatkan secara maksimal oleh militer di masa depan, itu jelas akan menjadi game-changer untuk penembak jitu di mana-mana.

Apa yang Anda pikirkan? Secara pribadi itu mengingatkan saya sedikit dari salah satu rudal di Metal Gear Solid untuk game Playstation asli.

Angkatan Udara AS Menguji Google Glass Untuk Medan Tempur

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 05:29
Google Glass sekarang sedang diuji untuk digunakan dalam pertempuran. Tim peneliti, Battlefield Air Targeting Man-Aided Knowledge (BATMAN), yang bekerja untuk Angkatan Udara AS, saat ini beta-testing teknologi untuk penggunaan militer. Sejauh ini, pengujian telah memiliki hasil positif.
Angkatan Udara AS Menguji Google Glass Untuk Medan Tempur
Angkatan Udara AS Menguji Google Glass Untuk Medan Tempur
Salah satu pengembang software BATMAN'S, Andres Calvo, mengatakan bahwa bagian dari daya tarik Google Glass adalah bahwa hal itu dapat "mengakses informasi dengan sangat cepat." 2nd Letnan Anthony Eastin yang merupakan peneliti untuk BATMAN mengatakan bahwa beberapa aspek positif "yang rendah kekuasaan, jejak rendah, itu duduk benar-benar di atas mata, dan tidak memblokir gambar atau menghalangi penglihatan. "
Glass dapat digunakan untuk hal-hal seperti pengendali udara membantu pesawat dengan target mereka; mencari dan tugas penyelamatan; komunikasi dengan pesawat di atas kepala; dan pasukan darat dalam tindakan. Meskipun Angkatan Udara tidak resmi memiliki hubungan dengan Google, mereka mendapatkan hak untuk dua pasang kacamata melalui program Explorer. Mereka harus membayar $ 1.500 untuk gelas. "Program Kaca Explorer termasuk orang-orang dari semua lapisan masyarakat, termasuk dokter, pemadam kebakaran, dan orang tua. Siapapun dapat mengajukan permohonan untuk menjadi kaca Explorer, asalkan ia adalah penduduk Amerika Serikat dan di atas usia 18, "kata seorang juru bicara Google.
Google X adalah divisi proyek khusus dari Google yang saat ini bekerja pada mobil driverless dan  high-altitude balloons yang memberikan dunia dengan Internet. Google Glass perangkat ciptaan lain dari Google X, itu adalah Android bertenaga dan tampak seperti sepasang kacamata. Google Glass termasuk layar sebanding dengan sebuah jet tempur canggih atau pesawat komersial yang mengirimkan informasi ke kontrol lalu lintas udara serta pesawat lainnya. Adapun perangkat Glass yang BATMAN saat ini sedang menguji, mereka terkesan sejauh ini. Jika mereka militer berniat untuk mengadopsi Google Glass sebagai bagian dari kit militer mereka, ini bisa menciptakan pendapatan yang besar bagi Google. Pertanyaannya adalah, bagaimana akan melakukannya ketika diserang?
Source : Ahmad Ridoan

Kapal selam pertama buatan Indonesia mulai dibangun November

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 04:57
ilustrasi
Mulai diproduksinya kapal selam buatan anak bangsa November mendatang merupakan satu loncatan besar bagi Indonesia. Produksi ini disebut akan memperkuat alutsista yang dimiliki oleh Indonesia demi menjaga kedaulatan negara.

Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanudin, berkelakar jika selama ini Indonesia baru mampu membuat kapal selam dalam bentuk makanan. Yakni pempek yang terkenal dari Palembang.

"Ini sebuah loncatan tekno. Selama ini kapal selam palembang," katanya sembari tertawa saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (17/2).

Kementerian Keuangan sendiri telah setuju menyuntik modal PT PAL sebesar USD 250 juta atau setara Rp 2,9 triliun dalam tiga tahun. Dana sebesar itu bakal digunakan BUMN perkapalan tersebut untuk membuat kapal selam.

"Kementerian keuangan menyetujui Penyertaan Modal Negara (PMN). Sebenarnya anggaran yang dibutuhkan sebesar USD 250 juta tapi ini multiyears maka akan dianggarkan sebesar USD 180 juta tahun ini," ujar Wakil Menteri Keuangan II Bambang PS Brodjonegoro.

Dia menegaskan, suntikan modal tersebut bukan untuk penyehatan perusahaan, tetapi untuk mengembangkan industri pertahanan. Makanya, pemerintah menyebut itu sebagai PMN khusus.

Secara rinci, anggaran USD 250 juta bakal dipergunakan untuk biaya konsultan sebesar USD 30 juta, penyiapan sumber daya manusia USD 70 juta, dan peralatan USD 150 juta. Dalam RAPBN Perubahan 2014, pemerintah baru akan menyiapkan anggaran untuk peralatan dan konsultan dengan total nilai USD 180 juta.

Dalam kesempatan sama, Direktur Utama PT PAL Firmansyah mengatakan kapal selam pertama akan selesai dibuat pada 2017. Kemudian, kapal selam kedua penyelesaiannya dipercepat pada 2019-2020.

"Kapal selam ini berbeda dengan tahun 2009, ini lebih panjang dan lebar," katanya.
merdeka.com

Robot Militer Amerika Melebihi Jumlah Tentara Manusia Dalam Satu Dekade

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 00:53
Banyak yang bisa terjadi dalam 10 tahun, terutama dengan kemajuan yang terus meningkat dalam teknologi. Ketika Anda berpikir tentang apa yang mungkin terjadi di militer pada dekade berikutnya, kemungkinan tampak tak ada habisnya. Dengan begitu banyak teknologi di tangan kita, akan manusia akhirnya menjadi kelas kedua mesin? Lama tentara robot telah lazim di Hollywood, dengan film seperti Terminator dan I-Robot, tetapi beberapa ahli berpikir surplus robot mungkin sebenarnya bisa mendaftar ke angkatan bersenjata pada 2023. Hanya berapa banyak robot? Nah, beberapa.

Scott Hartley, salah satu pendiri dari 5D Robotika, baru-baru ini mengatakan pada demonstrasi Angkatan Darat di Fort Benning di Georgia: ... "sepuluh tahun dari sekarang, akan mungkin menjadi salah satu prajurit untuk setiap 10 robot. Setiap prajurit bisa memiliki satu atau lima robot mengapit dia, mencari musuh, memindai ranjau darat. "
Robot ... Masa Depan Dari Militer?

Wow. Itu akan menjadi rasio 10 tentara robot untuk setiap prajurit manusia - itu cukup selisih angka!

Demonstrasi di Fort Benning termasuk pemimpin militer mengamati robot yang berbeda dengan menggunakan senapan mesin M-240 untuk mencapai target pada jarak 800 meter. Beberapa robot tersebut dikendalikan dari jauh, tapi yang lain tidak. Di masa depan, beberapa pemimpin pada akhirnya berharap bahwa robot akan menjadi lebih dan lebih manusiawi seperti di medan perang.
Hartley memuji teknologi menunjukkan kehidupan yang akhirnya bisa diselamatkan dengan mengirimkan robot ke dalam cara yang merugikan. Memang, jika robot yang digunakan di tempat manusia, yang pasti akan meminimalkan korban manusia dalam perang, tetapi tampaknya juga akan membuat perang lebih dari sebuah pilihan ekstrim. Setelah semua, robot tidak memiliki keluarga, mereka tidak memiliki anak-anak yang akan kehilangan seorang ibu atau ayah dalam perjuangan untuk kebebasan. Tentara robot juga kehilangan persahabatan yang diperoleh oleh rekan-rekan manusia mereka.

Jika militer itu penuh dengan robot, negara hanya bisa pergi berperang tanpa banyak pikir panjang, karena benar-benar, selain biaya - siapa yang peduli tentang robot? Robot yang besar untuk banyak tujuan yang berbeda, tapi aku tidak begitu yakin mereka harus berjuang pertempuran dan perang kami untuk kami.
Readmore : Ahmad Ridoan

Iran unveils latest indigenous helicopter Toufan 2

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 00:39
Speaking during the ceremony on Wednesday, Vahidi said the chopper belongs to a new generation of combat helicopters and enjoys modern and advanced technologies, including high-precision targeting capability.

He noted that Toufan 2 employs Iran’s latest indigenous achievements in electronics, optics, laser and armament capabilities.

The Iranian minister hailed Toufan 2 as a symbol of creativity and self-sufficiency in the face of the enemies’ sanctions. 
 
 
Vahidi stated that the aircraft will dramatically boost the combat power of the Iranian armed forces once its mass production begins.

Developed by the Iranian Aviation Industries Organization (IAIO), Toufan 2 was unveiled on the sixth and final day of naval exercises spanning the Strait of Hormuz to the Indian Ocean.

Iran also unveiled its first domestically manufactured helicopters during the inauguration ceremony of the Sixth International Aviation Industry Exhibition on December 12, 2012.

Panha 1 and Panha 2 helicopters are designed to conduct military operations and logistic missions, and can carry 14 and 8 passengers respectively.

The Shahriar, a completely overhauled medium-lift, twin-engine helicopter with a capacity of 20 passengers, was also displayed during the 2012 ceremony on Iran’s southern Kish Island.

In recent years, Iran has made great achievements in the defense sector and attained self-sufficiency in essential military equipment and systems.

The Islamic Republic has repeatedly made it clear that its military might is merely based on the nation's defense doctrine of deterrence and poses no threat to other countries. 

Ternyata TNI Memiliki Simulator Perang

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 14:16
Kementerian Pertahanan membenarkan kepemilikan simulator perang khusus untuk TNI. Simulator itu untuk latihan TNI sebelum terjun ke lapangan.

Menurut Kapuskom Kemenhan, Bambang Hartawan, Simulator perang tersebut berfungsi untuk melatih para anggota TNI dalam bertempur melawan serangan musuh yang mengancam keamanan negara.

"Simulator perang itu ada, buat latihan. Simulator menembak, simulator pesawat, simulator alat perang, sebelum terjun kan harus latihan dulu," jelas Bambang, kepada wartawan, Jakarta, tadi malam.

Namun, dia tidak mengetahui secara pasti pengadaan simulator tersebut, yang pasti simulator itu sudah lama dimiliki TNI. "Itu sudah lama, setiap kita membeli alutsista itu kan ada simulator," ucap Bambang.

TNI Angkatan Darat (TNI AD) misalnya sudah memiliki alat bantu elektronik atau simulator perang sejak 2010. Antara lain, simulator perang atau virtual arms solution (VAS) untuk melatih dan meningkatkan kemahiran anggota TNI AD dalam menembak.

Simulator tersebut, antara lain dilengkapi dengan sistem modular yang disebut small arms trainer (pelatih senjata ringan). Melalui modul simulator itulah, TNI AD dapat melakukan pelatihan menembak, pelatihan taktis, sistem proyeksi sasaran, evaluasi titik target, dan sebagainya.

Dengan menggunakan sistem evaluasi target, misalnya, pelatihan seorang prajurit TNI AD dapat difokuskan pada pelatihan keterampilan dasar, termasuk pengendalian senjata dan menembak target diam atau target bergerak.

Unit virtual ini dapat mensimulasikan pelatihan taktis, antara lain, latihan perang di berbagai kondisi cuaca yang berbeda setiap saat. Bukan cuma itu. Alat canggih milik TNI AD itu juga dapat dipergunakan melakukan latihan perang secara berkelompok.

Tak kalah pentingnya, semua senjata pelatihan yang digunakan dalam simulator itu adalah modifikasi dari senjata asli atau replika yang memiliki berat, kemampuan tempur, dan dimensi sebagaimana aslinya. Bahkan, semua jenis senjata – baik itu berupa pistol, senapan serbu, senapan sniper, maupun senapan mesin ringan ataupun berat dapat direplikasi dan digunakan.
www.waspada.co.id

TNI AL Bareng UI Kembangkan Robot Kapal Tanpa Awak

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 05:31
TNI AL terus mengembangkan dan memperbaharui kemampuan tempurnya untuk mempertahankan kedaulatan NKRI. Salah satunya adalah mengembangkan proyek kapal tanpa awak yang diberi nama SEA GHOST Project.

Dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (20/11/2012), TNI AL bekerja sama dengan Mahasiswa UI yang terdiri dari mahasiswa Teknik Perkapalan (M Hary Mukti/2009, Aditya Meisar/2009), Teknik Mesin(Ricky/2012), Teknik Elektro (Novika Ginanto/2008, Irvan JP Elliika/2008) dan Ilmu Komputer (M Anwar Ma’sum/2009).

Konsep Road Mapnya adalah tentang Cyber Warfare dalam pertahanan Indonesia, dimana nantinya kapal tanpa awak ini akan dikendalikan melalui komunikasi satelit. Kapal ini digunakan untuk melakukan penyerangan terhadap kapal penyusup.

Jika kapal tanpa awak ini terkena serangan hacker atau virus dalam komunikasi datanya oleh penyusup yang menjadikan gerakan kapal tanpa awak ini menjadi kacau atau tak terkendali, maka PUSINFOLAHTA – Mabes TNI akan melakukan perlawanan terhadap virus atau serangan hacker sehingga kapal tanpa awak ini dapat dikendalikan kembali dan memulai penyerangan terhadap kapal musuh/penyusup kembali.

Prototipe kapal tanpa awak yang dikerjakan oleh para mahasiswa UI ini ditampilkan di stand Mabes TNI pada acara Indo Defence 2012 yang diselenggarakan di Jakarta International EXPO-Kemayoran pada 7-10 November 2012 yang lalu. Kapal tanpa awal yang diberi nama Makara-02 ini sebelumnya telah meraih penghargaan desain terbaik se-Indonesia dan berhasil melampaui 4 rintangan secara otomatis (fully autonomous) tanpa kendali dibandingkan peserta lain pada Kontes Kapal Cepat Tak Berawak 2012 Kategori Autonomous yang dilaksanakan di Pantai Kartini-Jepara melalui bimbingan Dosen Perkapalan (Dr. Ir. Sunaryo, M.Sc) dan Dekan FTUI (Prof. Dr. Ir. Bambang Sugiarto, M.Eng).

Makara-02 merupakan robot kapal tanpa awak yang dikembangkan dari Makara-01, yaitu robot kapal tanpa awak sebelumnya yang dilombakan di Amerika Serikat, Robot kapal tanpa awak ini berdimensi 4.94ft x x 2.96ft 0.73ft dengan sistem kendali otomatis berdasarkan sensor kamera (image processing). Aspek kunci dari desain Makara-02 adalah desain berteknologi tinggi yang memperhatikan aspek stabilitas dan hambatan yang sangat rendah merupakan perpaduan antara SWATH (Small Waterplane Area Twin Hull) dan teknologi Wave Piercing sehingga kapal jauh memiliki nilai inovasi yang tinggi.

Robot kapal tanpa awak MAKARA-02 ini nantinya akan digunakan sebagai model untuk uji towing tank untuk memprediksi hambatan pada SEA GHOST yang berukuran FLEET CLASS yaitu memiliki panjang kurang lebih 10 m dan memiliki payload lebih dari 2 ton, sehingga stabilitas kapal sangat baik ketika dilengkapi persenjataan dan sistem komunikasi yang canggih. Perkembangan Kapal tanpa awak ini berkembang pesat di Amerika Serikat, Israel dan bahkan telah digunakan di Singapura.
detik.com

Avibras Astros II, Roket Penyapu Musuh Asal Brazil

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 19:02
Solopos - Salah satu senjata terbaru unggulan TNI AD selain tank canggih Leopard 2 adalah sistem peluncuran roket massal Astros II (Artillery Saturation Rocket System). Senjata kategori MLRS (multiple launch rocket system) ini berasal dari Brazil. Berarti makin banyak senjata asal Negeri Samba ini yang memperkuat TNI setelah pesawat tempur taktis antigerilya Super Tucano yang sudah mulai bergabung dengan TNI AU.
Seperti diungkapkan oleh Army-Technology.com, Astros mulai dikembangkan Avibras Aerospacial SA yang bermarkas di Sao Paulo, Brazil di tahun 1980-an, dengan pelanggan pertamanya AD Brazil sendiri dan Arab Saudi. Di awal 200-an AD Malaysia pun menyatakan minat dan lantas membelinya. Biacara soal kemampuan, sistem peluncur roket berlaras banyak ini sudah membuktikannya saat Perang Teluk I tahun 1991 di mana AD Arab Saudi yang berperan menggotongnya ke medan perang untuk menghadapi pasukan Irak.
Sistem peluncuran Astros II ini dibopong oleh truk segala medan AV-VBA berpenggerak 6×6, yang dibuat Tectran Engenharia, salah satu anak perusahaan Avibras di Sao Jose dos Campos, Brazil. Truk ini bisa dipacu hingga kecepatan 90km/jam dan ditenagai mesin disel Mercedes-Benz 280 tenaga kuda. Setiap satuan peluncur akan terdiri atas unit peluncur roket AV-LMU yang bisa melepaskan lima jenis roket dengan kaliber berbeda, unit pembawa roket AV-RMD untuk pemasokan ulang yang bisa membawa dua set modul roket siap tembak serta unit komando peluncuran AV-VCC yang mengoordinasikan operasi penembakan. Satuan ini juga dilengkapi unit perawatan serta unit kendali tambahan AV-UCF untuk koordinasi operasi dengan radar dan komputer.
Astros II juga bisa dioperasikan sebagai sistem pertahanan pantai dengan menambahkan unit kendali AV-CBO yang khusus untuk kebutuhan itu. Satu satuan atau baterai peluncuran biasanya terdiri atas enam unit peluncur AV-LMU, enam unit pemasok amunisi AV-RMD dan satu unit komando AV-UCF. Kendaraan komando dan kendali serta dua kendaraan perawatan atau bengkel lapangan biasanya akan ditempatkan di markas satuan.
Lantas roket apa saja yang bisa ditembakkan dari sistem peluncur itu? Avibras menyediakan sejumlah varian yaitu :
– Roket SS-30, kaliber 127mm, bisa dimuat hingga 32 buah per peluncur dan berdaya jangkau 9-30km.
– Roket SS-40, kaliber 180mm, bisa dimuat hingga 16 buah per peluncur dan berdaya jangkau 15-35km
– Roket SS-60/SS-80, kaliber 300mm, bisa dimuat empat buah per peluncur dan berdaya jangkau 20-80km
Avibras juga tengah mengembangkan rudal taktis yang bisa diluncurkan dari Astros II ini yaitu rudal Astros TM yang bisa menjangkau hingga 300km dan bisa dipasangi segala jenis hulu ledak.

Komodo Kenderaan Taktis Buatan Indonesia

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 23:57
Kendaraan taktis ini merupakan karya putra-putri bangsa yang bisa bergerak di segala bidang, cuaca, dan medan di Indonesia.

'Komodo' akan menjadi salah satu alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru, yang bakal menambah kekuatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Jangan salah, Komodo yang ini bukanlah hewan langka yang hanya ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Nama yang satu ini, merupakan kendaraan taktis 4x4 yang baru diluncurkan oleh perusahaan pertahanan dalam negeri yaitu PT Pindad.

Kendaraan berwarna hitam ini, diberikan nama khusus oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang datang berkunjung di hari terakhir penyelenggaraan Indo Defence 2012 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (10/11).

Dalam kesempatan itu, SBY mengatakan bahwa kendaraan taktis ini merupakan karya putra-putri bangsa yang diharapkan bisa menjadi kendaraan yang andal, bisa bergerak di segala bidang, cuaca, dan di segala medan di Indonesia.

"Saya beri nama Komodo. Komodo adalah binatang yang perkasa, yang di seluruh dunia adanya (hanya) di negeri kita di Indonesia," ungkap SBY, di sela-sela kegiatannya meninjau Indo Defence 2012 yang memamerkan berbagai alutsista milik Indonesia, hari ini.

"Semoga kendaraan taktis ini benar-benar andal, bisa bertempur, dan tentu membawa kemenangan dan kejayaan bagi Indonesia," sambung SBY pula.

Didampingi Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, SBY sengaja datang melihat dan meninjau langsung kendaraan taktis berbobot 10.000 kilogram yang bisa membawa hingga 12 orang ini.

Disebutkan, PT Pindad memang sengaja memproduksi Komodo berdasarkan perintah SBY untuk membuat kendaraan yang memiliki kemampuan tinggi (high level) seperti Intai Sherpa, yang dapat digunakan untuk kendaraan operasional seluruh angkatan di TNI dan Polri. Komodo diklaim memiliki kemampuan offroad yang baik dan kendaraan taktis ini mengunakan body monocoque, serta memiliki ketahanan terhadap tembakan senjata 7,62 mm.

Komodo sendiri dipajang di arena parkir tengah JIExpo, bersama dengan alutsista lainnya seperti Tank Leopard dari Jerman yang menjadi bintang dalam pameran ini.

Pameran Indo Defence 2012 ini diikuti oleh 50 negara dan 600 perusahaan dalam dan luar negeri, yang memamerkan teknologi terkini dari sistem pertahanan dan keamanan. Termasuk di antaranya adalah PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT Pindad, PT LEN, Lockheed Martin, hingga industri pertahanan negara berkembang lainnya.
http://www.beritasatu.com

Morolipi, Robot Penjinak Bom Buatan Indonesia

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 22:43
Pameran internasional industri peralatan pertahanan Indonesia ke-5 tahun 2012 atau Indodefence 2012 Expo and Forum, telah digelar di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran Jakarta pada 7-10 November kemarin.

Sebagai tuan rumah, Indonesia mendapat kesempatan besar untuk memamerkan alat pertahanannya kepada para pengunjung di arena luar ruang. Misalnya saja mobil robot penjinak bom buatan para peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Alat yang dinamai Morolipi ini berfungsi sebagai robot pengaman atau security robot yang dapat menggantikan tugas manusia dalam proses penjinakkan bom.

 
Meskipun pembuatan Morolipi telah menghabiskan dana hingga Rp 300 juta, robot seberat 80-100 kg ini konon belum sempurna. Beberapa komponen masih akan ditambahkan untuk mempermudah penggunaannya saat menjinakkan bom.

Selain robot, jajaran produk alat utama sistem senjata milik PT. Pindad, seperti Panser Anoa dan kendaraan taktis 4x4 produksi dalam negeri pun dipamerkan.

Selain melihat pameran dalam indodefence 2012, pengunjung juga berkesempatan melihat aksi akrobatik oleh Tim Pegasus dan Jupiter. Setiap hari selama pameran digelar, dua tim aerobatik terbaik milik TNI AU ini memang didaulat untuk menampilkan pertunjukan akrobatik udara menggunakan Pesawat KT-1B dan Eurocopter-EC 120 Colibri.(RZK). liputan6.com

Dislitbang TNI AU Kembangkan Smart Bomb

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 18:14

Divisi Penelitian dan Pengembangan Angkatan Udara (Dislitbang AU), pamerkan berbagai macam produk hasil penelitiannya di Indo Defence Expo and Forum 2012. Salah satu produk andalannya adalah smart bomb.

Seperti namanya, smart bomb merupakan bom pintar karena telah dilengkapi peralatan sensor elektronik berupa guidance kit. Guidance kit yang terletak di bagian ujung belakang bom ini dilengkapi GPS yang siap dioperasikan oleh pilot.

Menurut petugas jaga stand Dislitbang AU, Mashuri, sirip bom yang berwarna orange ini dapat berubah posisi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan baterai.

"Pilot akan mengendalikan dengan langsung menentukan berapa koordinat sasaran. Sehingga tingkat akurasi jatuhnya bom lebih tepat," terangnya dalam pameran yang digelar di JIE, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2012).

Bom yang memiliki panjang lebih dari 1 meter ini adalah buatan Jerman dan telah digunakan pada pesawat NATO dan Hawk. Namun sayangnya belum pernah dilakukan uji coba di Indonesia.

"Kami baru melakukan penelitian. Memang tahun ini sasarannya prototype dulu," ucap Mashuri.

Walau mengusung kata 'smart' yang berarti pintar, produk ini juga masih memiliki keterbatasan yakni belum mampu digunakan untuk sasaran yang bergerak. Sebab kendalinya disetting sebelum bom diluncurkan. Sehingga ketika koordinat sasaran berubah, bom ini belum mampu mendeteksi pergerakannya.

Menurut Mashuri, smart bomb akan diuji coba tahun depan. Selanjutnya akan dibuka tender untuk produksi bom baru ini. detik.com

Angkatan Laut AS Ciptakan Robot MacGyver

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 22:08
Angkatan Laut AS memberikan dana $900.000 untuk penelitian. Tim peneliti AS membuat sebuah robot yang dapat berpikir seperti Mac Gyver. Robot ini harus bisa menyelesaikan masalah atau lolos dari maut dengan menggunakan benda-benda sehari-hari.

Mesin yang dinamakan MacGyver Bot, diambil dari karakter televisi era 80-an yang mampu merangkai berbagai benda untuk keluar dari berbagai situasi berbahaya.

Tantangannya adalah mengembangkan piranti lunak yang mengerti obyek apa yang ada untuk menyimpulkan cara pemakaiannya.

Angkatan Laut AS membiayai proyek itu dan mengatakan mesin itu kelak dapat bekerja sama dengan manusia.

AL mengucurkan dana $900.000 (Rp8,5 miliar) untuk penelitian robot di Georgia Institute of Technology untuk melaksanakan pekerjaan itu.

"Tujuan kami adalah membangun robot yang berperilaku seperti MacGyver, karakter televisi yang dapat memecahkan masalah kompleks dan lolos dari situasi berbahaya dengan menggunakan obyek-obyek sehari-hari dan material yang ia temukan," kata pemimpin proyek Prof. Mike Stilman.

"Para peneliti dalam bidang perencanaan gerakan robot secara tradisional menggunakan sistem visi komputerisasi untuk mencari obyek di lingkungan yang berantakan dan merencanakan jalur melarikan diri bebas benturan, tetapi sistem ini belum memberikan informasi apa pun mengenai fungsi obyek."

Stilman mengatakan ia berencana menciptakan piranti lunak yang dapat mengidentifikasi obyek, kemudian menentukan hal potensial apa yang dapat dilakukan sebelum mengubahnya menjadi "mesin sederhana" yang dapat digunakan untuk menyelesaikan sebuah tindakan.

Contoh yang diberikan meliputi menumpuk kotak untuk memanjat, membangun jembatan dari puing atau memanjat kursi untuk meraih obyek yang sulit diraih.

Di akhir proyek, piranti lunak itu harus dapat mengombinasikan berbagai tugas yang dibutuhkan.

Robot ini diilhami oleh tokoh televisi MacGyver yang diperankan oleh Richard Dean Anderson.

http://news.detik.com

Korsel Ciptakan Pesawat Kamikaze "Devil Killer"

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 15:13
Sejak Semenanjung Korea terpecah pasca Perang Dunia II, dipertajam dengan konflik bersenjata era 1950-1953, Korea Selatan dan Korea Utara tak pernah akur. Keduanya saling siap tempur.

Baru-baru ini Korsel merilis senjata baru yang diklaim "mengerikan", yang bisa menghancurkan artileri Korut dalam kecepatan tinggi. Juga bisa digunakan untuk kegiatan mata-mata.

Namanya adalah "Devil Killer", pesawat tanpa awak yang bisa meledakkan dirinya sendiri itu, akan diluncurkan dalam waktu dua tahun. Memperkuat armada tempur pada 2015 mendatang.

"Devil Killer", seperti dimuat Korea Times, dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) yang didanai negara. Pesawat diklaim itu bisa menyerang target jarak pendek dengan presisi tinggi.

"Devil Killer" akan dilengkapi dengan kamera video, navigasi berteknologi tinggi, dan bom berdaya ledak luar biasa. Ia diklaim bisa menemukan target dengan tepat saat terbang di atas langit, dan lalu menabraknya hingga meledak.

Pesawat itu memiliki panjang 1,5 meter, dengan lebar 1,3 meter, bisa terbang dengan kecepatan mimimum 350-400 kilometer per jam. Ia dengan mudah bergerak karena memiliki sayap yang bisa dilipat, sementara tanki portabelnya berkapasitas 35 kilogram.

Ia bisa dipakai untuk meledakkan artileri pantai Gaemori yang terletak 15 kilometer dari Korsel hanya dalam waktu empat menit, jika diterbangkan dari pulau yang sangat kecil, Yeonpyeong -- yang pada November 2010 lalu dihajar artileri Korut.

"Devil Killer" juga diklaim bisa menghantam target yang ada dalam wilayah berdiameter 40 kilometer di Baengyrong dan Daecheong dalam watu 10 menit. Pesawat itu juga bisa menghancurkan kendaraan berpelindung bantalan (air cushion) yang melaju dengan kecepatan 80 kilometer per jam.

Sementara, seperti dimuat Chosun Ilbo, Korsel sedang bekerja sama meningkatkan performa angkatan udaranya dalam beberapa tahun. Negara itu juga sedang memulai proses alih teknologi tinggi pesawat mata-mata canggih Boeing Phantom Eye untuk mengawasi pergerakan pasukan Korea Utara di dekat perbatasan.

BPPT Kembali Kembangkan UAV Militer

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 18:59
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) segera merintis pembuatan pesawat tanpa awak (unmanned aerial vehicle/UAV) untuk kepentingan militer.

"Sekarang kami sedang finalisasi pesawat itu untuk kepentingan pengintaian dan operasi," kata Kepala BPPT, Marzan A. Iskandar, usai penganugerahan BJ Habibie Technology Award 2012 di Aula BPPT, Jakarta, Rabu (12/9).

Marzan menambahkan, UAV tersebut selain untuk kepentingan pertahanan juga dapat digunakan untuk pengamatan wilayah dan kebakaran hutan.

"Pada waktu lalu, pesawat ini digunakan untuk mendukung pembuatan hujan buatan," jelasnya.

Pesawat dengan kemampuan terbang mencapai 8.000 kaki ini, dioperasikan secara otomatis melalui pusat kendali. "Langsung bisa kirim data secara real time ke pusat kontrol," ujarnya.

Bulan September ini, lanjut Marzan, BPPT rencananya akan melakukan ujicoba bersama dengan Kementerian Pertahanan. Setelah ujicoba baru kemudian akan dilanjutkan ke tahap produksi.

"Segera diujicoba di Halim Perdanakusuma, dari sana produksi diputuskan dan bagaimana keperluannya," kata Marzan.

BPPT sendiri sudah mengembangkan lima varian UAV. Tiga merupakan  UAV untuk survei pemetaan, sementara dua varian untuk kepentingan pertahanan.*

Robo-Mule Bisa Bantu Tentara di Medan Perang

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 17:03
Marine Corps Warfighting Lab menguji robot berkaki empat yang dirancang untuk dapat bergerak di medan kasar. Dijuluki "Robo-mule", robot yang mirip banteng ini difungsikan untuk membantu tentara di medan perang dengan cara mengangkut bawaan atau peralatan perang milik Marines (Angkatan Laut) di darat.

Dilansir Thenews, Rabu (12/9/2012), robot ini didemonstrasikan pada 10 September di Joint Base Meyer-Henderson Hall, Va. Demonstrasi robot teknologi Legged Squad Support System (LS3) ini dilakukan oleh Warfighting Lab dan dikembangkan pula oleh Defense Advanced Research Projects Agency dan Boston Dynamics.

LS3 berbeda dari kendaraan otonom (mandiri) seperti Ground Unmanned Support Surrogate dan Cargo Unmanned Ground Vehicle yang diuji pada musim panas ini di Fort Picket, Va. Tidak seperti kendaraan beroda besar, robot ini dirancang untuk mendaki lereng terjal dan tanjakan.

Robot dengan teknologi LS3 tidak membutuhkan driver. Robot ini dikontrol melalui operator secara jarak jauh. Robo-mule ditujukan untuk unit infanteri kecil, LS3 dapat membawa beban berat peralatan hingga 400 pon, termasuk amunisi, baterai dan air.

Selain itu, robot ini juga mampu mencapai kecepatan berjalan 5 mph dan berakselerasi hingga 8 mph dengan mode "burst". Pengembang merencanakan Robo-mule untuk dapat beroperasi dan mampu berlari hingga 20 mph serta memprogramnya untuk merespon perintah dasar secara verbal.

Robo-mule dapat mendeteksi rintangan jalan dan memiliki sistem sensor halus guna mencegahnya dari menabrak dinding. Ketika terjatuh pun, robot ini didesain untuk dapat mengatur dirinya untuk kembali tegak ke posisi semula.

Teknologi Yang Wajib Dikuasai Militer Amerika

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 04:40
Berikut ini adalah beberapa teknologi militer yang termasuk pada satuan pendidikan militer dan wajib dikuasai oleh militer Amerika.









Iran Ungkap Senjata Canggih Termutakhir

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 22:22
Pemerintah Iran mengumumkan enam pertahanan militer canggih termutakhir pada peringatan Hari Industri Pertahanan Nasional, Selasa waktu setempat. Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengatakan bahwa senjata itu untuk pertahanan, bukan untuk penyerangan.

Diberitakan harian Tehran Times, Rabu 22 Agustus 2012, senjata pertahanan baru tersebut adalah rudal Fateh 110-D1 yang diperbarui menjadi rudal Fateh 110, mesin kapal Bonyan 4, laboratorium angkasa Armita, kendaraan komando taktis Aras, peluncur mortir Vafa dan sistem pengintaian dan navigasi Shahed.

Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi mengatakan bahwa rudal Fateh 110 adalah senjata paling akurat dan tercanggih di antara rudal darat-ke-darat yang dimiliki negara tersebut. Dalam uji tembak awal Agustus lalu, Fateh 110 dapat mencapai jarak hingga 300 kilometer.

"Setelah peluncuran generasi keempat rudal Fateh 110 sukses, rudal ini, yang lebih canggih dan kuat dibanding generasi sebelumnya, mulai dioperasikan," kata Vahidi.

Mesin kapal Bonyan 4, kata Vahidi, memiliki 16 silinder dengan 5.000 tenagakuda. Mesin kapal ini memiliki bobot hingga 18 ton. Sedangkan laboratorium angkasa dinamakan Armita, sama seperti nama putri Profesor Darioush Rezaiinejad yang terbunuh Juli tahun lalu.

Kendaraan komando taktis Aras memiliki bobot hingga 3,4 ton dan dilengkapi mesin dengan 133 tenagakuda. Kendaraan ini dapat diturunkan di medan pegunungan maupun perkotaan. Peluncur mortar Vafa mampu menembakkan enam sampai delapan proyektil per menitnya.

Ke depannya, lanjut Vahidi, Kementerian Pertahanan Iran tengah mengembangkan pesawat tempur, rudal jelajah dan balistik baru, kendaraan tempur, kendaraan nirawak, dan kapal selam canggih. Diperkirakan, persenjataan baru ini akan tersedia di akhir kalender Iran, atau sekitar tanggal 20 Maret 2013.

Ahmadinejad mengatakan bahwa persenjataan canggih baru mereka bukan untuk menyerang atau menjajah negara lain. Ahmadinejad mengatakan bahwa Iran akan menggunakan senjata untuk menghentikan tirani dan hegemoni.

"Perkembangan industri pertahanan kami bukan untuk penaklukan atau dominasi atas negara lain, tapi untuk mempertahankan diri dan martabat kemanusiaan. Tentu saja, mempertahankan diri tidak harus melalui agresi, tapi pencegahan adalah tujuan kami," kata Ahmadinejad.

http://us.dunia.news.viva.co.id/news/read/345609-iran-ungkap-senjata-canggih-termutakhir
Rating Artikel : 5Jumlah Voting : 99 Orang

Indonesia-China Bangun Rudal Bersama

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 04:47
ilustrasi
Hal itu diakui oleh Wakil Ketua Komisi I TB Hasanuddin. Kerjasama tersebut kini sudah berjalan. "Secara diplomasi Indonesia Menhan Indonesia dengan Menhan China sudah sepakat untuk latihan-latihan dan meningkatkan kerjasama militer," kata politisi PDI Perjuangan ini kepada INILAH.COM, Sabtu (28/7/2012).

Ia menjelaskan kerjasama tersebut sudah berlangsung sejak beberapa pekan lalu. Hanya saja, untuk latihan perang bersama belum dilakukan. Akan tetapi, keinginan untuk latihan perang bersama memang ada. "Beberapa minggu lalu misalnya diadakan latihan teknis, menembak bersama, menggunakan senjata bersama. Taktis dulu baru latihan perang," terang purnawirawan TNI ini.

Kerjasama ini juga diakuinya dalam bentuk persenjataan rudal. Modelnya, kapal perang dibuat oleh Indonesia. Sementara, peralatan perangnya yaitu rudal masih dibuat di RRC.

Namun, lanjutnya, keinginan ke depannya adalah rudal juga akan dibuat di Indonesia. Dan itu kerjasama militer yang diharapkan. "Dalam kerjasama non teknis, dalam pembangunan program-program pembangunan produksi alutista. Setiap pembelian senjatan diadakan transfer of teknologi (ToT), seperti membeli rudal. Ke depan akan dilanjutkan pembuatan di Indonesia," jelasnya.

Untuk sumber dana, di awal ini masih menggunakan dana alokasi alutsista yang sudah dianggarkan. Indonesia masih membeli peralatan dari China. Namun, diupayakan untuk diproduksi bersama dan dijual atas nama Indonesia dan China. "Ini merupakan bagian kebutuhan aliutista TNI, sehingga hasilnya dibeli oleh TNI. Bisa jadi pada suatu saat dijual bersama-sama," ucapnya.
Rating Artikel : 5 Jumlah Voting : 99 Orang

TNI AL pinjam pesawat intai tanpa awak milik LAPAN

Ahmad Ridoan Pasid-XP Updated at : 23:33
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) akan menggunakan pesawat intai tanpa awak milik Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Pesawat ini akan digunakan untuk patroli dan menjaga wilayah laut RI.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno dan Kepala LAPAN Bambang S Tejasukmana, menandatangani nota kesepahaman atau MOU soal teknologi penginderaan jarak jauh. Kerja sama meliputi tukar menukar SDM dan pelatihan.

Selain itu TNI AL akan  memanfaatkan teknologi penginderaan jauh, seperti penggunaan satelit dan pesawat intai tanpa awak (UAV).

"Kerja sama ini dapat membantu tugas TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara, seperti pengawasan kapal-kapal yang melintas di perairan Indonesia. Pulau-pulau terluar juga akan diawasi," kata Laksamana Soeparno, di Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta, Senin (23/7).

Menurut Soeparno kerja sama itu dapat menghemat anggaran yang ada karena bisa memadukan dua instansi yang memiliki keterkaitan. Dia berharap keamanan laut dan pulau-pulau terluar bisa lebih terawasi.

"Untuk pertama ini, kita akan coba lima tahun. Mungkin nanti ditambah lagi lima tahun. Mungkin setelah 10 tahun sudah tercapai apa yang kita inginkan," jelas Soeparno.

Kepala LAPAN Bambang S Tejasukmana, mengatakan, teknis bantuan yang diberikan LAPAN kepada TNI AL, yakni pesawat intai tanpa awak (UAV) dan satelit sebagai penginderaan jauh untuk melakukan pengamatan di laut.

"Kita akan membangun satelit yang bisa dipakai angkatan laut, umumnya TNI. Kami mencoba membangun kemampuan LAPAN ini yang bisa mendukung kegiatan di TNI AL. Satelit yang akan dibangun membawa sensor sistem identifikasi otomatis," kata Bambang.

Rating Artikel : 5 Jumlah Voting : 99 Orang
 

Google+ Followers

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Pasid-XP - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger